Bogor, IDN Times - Rentetan bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh secara simultan menjadi sorotan. Deputi Direktur Program Seameo Biotrop yang juga mantan Kepala Pusat Studi Bencana IPB University, Doni Yusri, menilai musibah ini terjadi karena manusia alpa terhadap pelajaran masa lalu, dan lemahnya daya dukung lingkungan akibat eksploitasi.
Doni menekankan bencana ini bukan semata-mata fenomena alam biasa, melainkan diperparah kerusakan kawasan penting seperti Bukit Barisan yang seharusnya menjadi benteng pertahanan alam.
Doni mengingatkan bencana serupa, meskipun dalam skala yang lebih kecil, pernah terjadi sebelumnya, bahkan di wilayah lain yang berkaitan dengan eksploitasi hutan. Menurutnya, bencana yang terjadi serentak di Sumbar, Sumut, dan Aceh saat ini adalah lonceng peringatan yang harusnya tidak terulang, jika kita benar-benar belajar dari sejarah.
"Kayaknya kita lupa sejarah, pelajaran dan bencana masa lalu. Bencana ini bukan yang pertama, sebelumnya sudah ada yang mirip (dengan skala kecil). Bahkan di wilayah lain juga pernah terjadi karena eksploitasi hutan. Kejadian sebelumnya dan kejadian ini tentu harus jadi pelajaran," ujar Doni, kepada IDN Times, Minggu (7/12/2025).
