Palopo, IDN Times - Di tengah Kota Palopo berdiri sebuah bangunan tua bercat putih dengan halaman luas yang bernuansa tenang. Bangunan itu adalah Istana Kedatuan Luwu atau yang dikenal sebagai Langkanae, simbol sejarah panjang Tanah Luwu yang pernah menjadi salah satu pusat peradaban tertua di Sulawesi Selatan.
"Ini adalah tempat yang telah dibangun oleh kolonialisme Belanda pada tahun 1920 setelah rajanya yaitu Andi Kambo, mengakui pemerintah Belanda sebagai rajanya, yaitu Ratu Wilhelmina," kata Jemma Tongeng atau Juru Bicara Istana Kedatuan, Andi Abdullah Sanad Kaddiraja, saat IDN Times berkunjung, Jumat (22/5/2026).
Andi Kambo mengakui kekuasaan Belanda dan menandatangani perjanjian Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) pada tahun 1907. Dia terpaksa tunduk setelah Belanda mengancam akan menghancurkan Kerajaan Luwu menyusul perlawanan rakyat.
