Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang Muktamar PBNU, Cak Imin Tegaskan NU Bukan Arena Politik
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Cak Imin menegaskan NU bukan arena politik dan meminta siapa pun yang membawa kepentingan politik untuk keluar dari organisasi demi menjaga harmoni jelang Muktamar ke-35.
  • Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 pada 1–5 Agustus 2026 serta menekankan pentingnya penyelesaian persiapan teknis agar acara berjalan lancar.
  • Gus Ipul memastikan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, namun membuka kesempatan bagi siapa pun termasuk petahana Yahya Cholil Staquf untuk ikut dalam pemilihan mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Cak Imin bilang orang yang mau main politik jangan di NU, karena NU itu tempat buat rukun dan damai. Banyak kiai kumpul sama Rais Aam KH Miftachul Akhyar buat siapin Muktamar NU bulan Agustus 2026. Di sana nanti akan pilih ketua baru PBNU. Gus Ipul bilang dia gak mau jadi calon ketua dan semua boleh daftar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kembali menanggapi dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Cak Imin menegaskan, NU merupakan organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik.

“NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulis Cak Imin, melalui unggahan di akun X pribadinya, dikutip IDN Times, Minggu (21/6/2026).

Cak Imin tak menyebut secara eksplisit siapa sosok yang ia maksud. Namun, ia berpesan agar semua elemen NU tidak membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.

“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” ujarnya.

1. Rais Aam PBNU dorong Muktamar digelar 1-5 Agustus 2026

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, mendorong agar Muktamar ke-35 PBNU digelar pada 1-5 Agustus 2026. Dorongan percepatan pelaksanaan muktamar itu mengemuka setelah sejumlah kiai sepuh jajaran Syuriyah PBNU sowan ke kediaman KH Miftachul Akhyar di Surabaya.

Beberapa kiai yang hadir, di antaranya KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Aniq Muhammadun, KH Sadid Jauhari, KH Muhibbul Aman Aly, KH Tonthowi Jauhari Musaddad, hingga KH Imam Buchori.

Katib PBNU, KH Ahmad Tajul Mafakhir mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari musyawarah para kiai sepuh untuk menjaga soliditas organisasi serta memastikan muktamar berjalan lancar dan membawa kemaslahatan bagi warga NU.

Tak hanya itu, Rais Aam juga disebut telah memanggil Ketua Umum PBNU ke kantor PBNU untuk membahas kesiapan teknis pelaksanaan muktamar. Dalam arahannya, seluruh kebutuhan teknis diminta segera diselesaikan agar agenda besar organisasi tidak mengalami hambatan.

“Rais Aam PBNU meminta agar persiapan teknis segera dituntaskan, sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tidak mengalami hambatan,” kata Tajul dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5).

2. Agenda Muktamar memilih Ketum PBNU

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, salah satu agenda Muktamar adalah memilih Ketua Umum PBNU. Peserta Muktamar ke-35 PBNU telah tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PBNU oraganisasi. Oleh karena itu, dia berharap, tidak ada pihak lain yang mengganggu proses menuju Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026.

"Diharapkan bisa berlangsung pada bulan Agustus yang akan datang dan diawali penyelenggaraan Munas dan Konbes. Nah, ini terus kita lakukan dan insyaAllah semuanya bisa berjalan lancar dan kita mohon dukungan dari Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang untuk semuanya berfokus dan menyiapkan diri mengikuti Muktamar tersebut," ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (15/4).

3. Gus Ipul tegaskan tak maju Ketum PBNU

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Gus Ipul menyatakan, tidak akan maju dalam pencalonan Ketua Umum PBNU. Gus Ipul mengaku, masih ada yang lebih baik darinya.

Meski demikian, Gus Ipul mempersilakan siapa saja yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Bahkan, dia juga mengaku tak masalah apabila Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mendaftar kembali.

"Oh semua (boleh daftar) ketua umum berpotensi ada (mendaftar lagi), yang lain-lain juga kan (boleh daftar)," ujarnya.

Editorial Team

Related Article