Jakarta, IDN Times – Evaluasi kebijakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap sejumlah persoalan mendasar dalam aspek efektivitas, keadilan, tata kelola, hingga kapasitas implementasi daerah.
Evaluasi ini tertuang dalam policy paper berjudul “Dari Program Menjadi Gerakan: Redesain Strategis Makan Bergizi Gratis dengan Prioritas Daerah 3T” yang disusun Juliana Pramesti D.K dari program Magister Sosiologi, Peminatan Kebijakan Pembangunan Sosial, Universitas Indonesia (2025).
"Evaluasi ini merujuk data empiris dari CISDI dan CELIOS, serta pendekatan teori kebijakan sosial yang menekankan efektivitas, keadilan, partisipasi komunitas, dan kesesuaian konteks sosial-budaya," tulis Juliana dikutip, Rabu (25/2/2026).
