Jakarta, IDN Times - Warga Jakarta resmi memasuki 2026 pada Kamis (1/1/2026). Alih-alih dirayakan dengan sederhana, kembang api ikut muncul di sekitar panggung hiburan di Bunderan Hotel Indonesia. Padahal, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sudah meminta agar tidak ada kembang api sebagai bentuk empati terhadap korban banjir di Pulau Sumatra.
"Dari Jakarta, kami kirimkan empati, doa dan harapan bagi mereka semua. Dengan semangat kebersamaan dan empati tersebut, Pemprov DKI Jakarta memilih untuk tidak menghadirkan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun ini," ujar Pramono ketika memberikan sambutan sebelum hitung mundur memasuki tahun baru di panggung hiburan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
Ia mengatakan keputusan itu diambil sebagai bentuk kepekaan dan penghormatan agar pergantian tahun dimaknai dengan kesederhanaan, kepedulian dan kebersamaan. Tak berapa lama setelah ia menyampaikan pidato itu muncul kembang api mercon yang dinyalakan oleh warga dan menghiasi langit Jakarta.
Gubernur dari PDI Perjuangan (PDIP) itu juga menyebut sebelum memasuki tahun baru, digelar doa bersama. Harapannya Jakarta bisa lebih maju di tahun 2026. Apalagi dalam waktu dua tahun ke depan, Jakarta bakal memasuki usia lima abad.
"Kita diingatkan bahwa kemajuan bukan hanya soal gedung-gedung tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang baik, tetapi harus ada yang mengingatkan Jakarta perlu dirawat bersama," tutur dia.
