Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suharyanto, Kepala BNPB
Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto ketika memberikan keterangan pers. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Intinya sih...

  • Prabowo mengoreksi istilah 'uang lelah' yang digunakan Kepala BNPB untuk prajurit TNI yang membantu penanganan bencana di Sumatra.

  • Suharyanto melaporkan bahwa prajurit TNI mendapat uang makan dan uang lelah Rp165 ribu, namun Prabowo menegaskan jangan memakai istilah uang lelah untuk prajurit TNI.

  • Prabowo menyarankan menggunakan istilah 'uang semangat' karena prajurit TNI tidak boleh lelah, serta memastikan TNI harus berbakti kepada bangsa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto mengoreksi istilah yang disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, soal 'uang lelah' untuk prajurit TNI yang membantu penanganan pascabencana di Sumatra.

Momen itu dilontarkan Prabowo saat rapat bersama dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga usai meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Awalnya, Suharyanto melaporkan kepada Prabowo bahwa setiap prajurit TNI yang membantu penanganan bencana Sumatra mendapat uang makan dan uang lelah Rp165 ribu.

"Semua kebutuhan satuan operasi saat tanggap darurat ini kami dukung, memang sesuai dengan permintaan belum sepenuhnya, Mabes TNI meminta dukungan yang akhir tahun ini ada Rp80 miliar lebih, kami baru dukung Rp26 miliar. Bukan uangnya tidak ada, karena pertanggungjawaban keuangan di tanggal 31 (Desember) kan harus selesai, Bapak. Nanti dimulai lagi di tanggal 1 (Januari) ini, bapak, jadi tidak ada masalah untuk segi keuangan," ucap Suharyanto.

"Dan para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, uang saku. Per orang Rp165 ribu. Kemudian pergeseran pasukan dari homebase...," sambung dia.

Prabowo yang mendengar pernyataan itu buru-buru langsung mengoreksi dengan menegaskan jangan memakai istilah uang lelah untuk prajurit TNI. Sebab, TNI tidak boleh lelah.

"Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah," timpal Prabowo.

"Uang saku, Bapak, siap," tutur Suharyanto menyanggah.

Prabowo lantas menuturkan, lebih baik menggunakan istilah uang semangat. Ia kembali mengatakan, prajurit TNI tak boleh lelah.

"Uang semangat, tidak mengenal lelah," kata Prabowo.

"Siap, tidak mengenal lelah, siap," jawab Suharyanto.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memastikan, TNI harus berbakti kepada bangsa. Ia kemudian meminta Suharyanto melanjutkan pemaparannya.

"Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa. Oke, lanjut," imbuh Prabowo.

Editorial Team