Jakarta, IDN Times - Jemari-jemari terampil itu menyusuri deretan titik timbul pada lembaran kertas tebal dengan penuh penghayatan. Di dalam Masjid Ibnu Umi Maktum, SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung, nuansa spiritual Ramadan terasa menggetarkan kalbu.
Pada Jumat (13/3/2026), ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bandung Raya, para guru Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung larut dalam kekhusyukan khotmil Qur'an. Keterbatasan penglihatan tak menyurutkan langkah mereka untuk menuntaskan bacaan kitab suci melalui huruf Braille, menjadikannya sebuah pencapaian religius nan istimewa.
Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Munir, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu fungsi lembaganya dalam membimbing sektor pendidikan agama pada lintas jenjang, termasuk institusi pendidikan luar biasa bagi murid maupun tenaga pengajarnya.
“Kegiatan ini melibatkan 300 siswa-siswi sekolah, yakni Sekolah Luar Biasa (SLB) dan juga 200 guru PAI pada SLB se-Bandung Raya serta 200 anggota PERTUNI. Siswa-siswi SLB ini adalah siswa-siswi yang diberi keistimewaan dan kekhususan oleh Allah Swt. Dan oleh sebab itu, perlu mendapatkan perhatian," ujar Munir dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (15/3/2026).
"Guru-guru PAI pada SLB juga ada yang difabel dan juga tidak. Mereka juga tergolong istimewa sebab memiliki kesabaran, kekuatan dan kapabilitas yang ekstra dalam menemani dan mendidik siswa-siswi SLB,” kata dia.
