Comscore Tracker

5 Hal di Ospek Kampus Universitas Paramadina yang Bikin Unik 

Coba bandingkan dengan ospek kamu deh


Jakarta, IDN Times - Ospek atau orientasi studi dan pengenalan kampus adalah gerbang permulaan kamu menjadi seorang mahasiswa. Biasanya, setiap kampus punya ciri tersendiri dalam ospeknya. Ada yang keren dan bikin viral, tapi ada juga yang horor dan memakan korban. Nah, pada Kamis (12/9/2019) lalu, IDN Times berkesempatan untuk datang ke ospek Universitas Paramadina nih, guys.

Ternyata, ospek kampus ini beda dengan yang lain karena adanya acara Creative Writing 101 yang dipersembahkan BCA dan IDN Times. Ada keseruan apa saja ya di ospek ini? Ini dia 5 hal yang bikin ospek Universitas Paramadina jadi unik.

1. Mengundang pembicara-pembicara keren

5 Hal di Ospek Kampus Universitas Paramadina yang Bikin Unik IDN Times/Karsa Adiguna

Di acara ini, BCA dan IDN Times mengundang tiga pembicara yang berpengalaman dalam bidang menulis kreatif, di antaranya adalah Pandji Pragiwaksono, Arifina Aswati, dan Rendy Alimudin. Buat kamu yang belum tahu, yuk kenalan dulu dengan ketiga pembicara ini.

Pertama, Pandji Pragiwaksono adalah seorang penulis, stand-up comedian, rapper, dan YouTuber. Karya-karyanya nggak hanya bikin kita tertawa tapi juga mikir karena konten yang dia sajikan seringkali cukup berbobot. Kedua, Arifina Aswati adalah Community Editor IDN Times. Perempuan yang akrab disapa Upik ini adalah salah satu editor yang bertanggung jawab atas kualitas Community Article di IDN Times yang sering kamu baca. Jadi, kemampuannya dalam menulis dan mengkurasi konten sudah nggak diragukan lagi. 

Nah, pembicara ketiga, Rendy Alimudin adalah Assistant Vice President of Digital Marketing dari BCA yang sudah lama wara-wiri di bidang kreatif. Kalau kamu sering melihat konten-konten kreatif BCA di TV, situs-situs internet, atau pun billboard itu nggak lepas dari campur tangan dia nih.

2. Berbagi tips soal menulis kreatif

5 Hal di Ospek Kampus Universitas Paramadina yang Bikin Unik IDN Times/Karsa Adiguna

Ketiga pembicara ini saling berbagi tips tentang menulis kreatif. Mulai dari hal dasar yang harus diketahui oleh semua penulis, hingga bagaimana cara merespon kritik atas karya yang kita buat. Tips pertama soal menulis kreatif datang dari Pandji Pragiwaksono. Menurut Pandji, kita harus paham kalau menulis dan kreatif adalah dua hal yang berbeda. Jadi tentu butuh metode asah yang berbeda. Kalau untuk menulis, Pandji sarankan menulis saja dulu. Tulis saja apa yang kamu rasakan dan keluarkan apa yang ada di kepalamu. Kuncinya adalah tulis, baca ulang, lalu buat yang lebih baik.

Setelah banyak menulis, kamu akan sadar kalau butuh input supaya nggak kehabisan ide. Makanya, Pandji merekomendasikan kamu untuk baca sebanyak-banyaknya. “Kreatif itu soal wawasan. Jadi, harus perluas wawasan. Kadang ide kreatif itu adalah ide yang mengendap di kepala karena pernah liat beberapa tahun lalu,” jelas Pandji. 

Tulisan kamu pun bisa dituangkan dalam beragam medium. Mau itu blog, diary, atau pun Community Article di IDN Times. Sebetulnya, akan lebih pas lagi kalau tulisanmu dituangkan Kompetisi Menulis #JoinGenerasiSimpel persembahan BCA x IDN Times. Soalnya, kamu bisa mengasah skill menulis sekaligus berkesempatan untuk mendapatkan sederet hadiah keren lho. Ada MacBook Pro 13”, Samsung Galaxy A8+, Samsung Galaxy A7, dan Fujifilm Instax Square SQ6. Kalau kamu berhasil submit satu artikel, IDN Times akan memberikan 500 poin atau senilai Rp50.000. Mantap ‘kan? Makanya, yuk ikutan!

3. Perkenalan fitur BCA mobile yang bisa bantu anak muda

5 Hal di Ospek Kampus Universitas Paramadina yang Bikin Unik IDN Times/Karsa Adiguna

Dalam kesempatan ini, Rendy Alimudin juga sharing fitur-fitur BCA mobile yang bisa mempermudah anak-anak muda menjalankan aktivitasnya. Ternyata, fitur-fitur baru BCA mobile berangkat dari energi yang sama dengan menulis kreatif lho. 

Sama halnya dengan materi stand-up comedian, fitur-fitur BCA mobile seperti buka rekening online, BCA Keyboard, dan Cardless itu berangkat dari keresahan-keresahan yang kita alami sendiri. Misalnya, fitur BCA Keyboard ini lahir dari keresahan para online shoppers yang sering merasa kerepotan ketika harus bolak-balik aplikasi untuk transfer uang ke penjual, fitur buka rekening online berangkat dari masalah waktu yang sering dialami orang-orang dalam membuka rekening, lalu fitur Cardless ada untuk membantu orang-orang yang sering ketinggalan dompetnya. 

Yup, kita nggak bisa menulis kreatif tanpa memperhatikan sekeliling kita, karena sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pandji, ide kreatif itu bisa datang dari mana saja. Malah Pandji mengaku dapat jokes baru saat menghadiri ospek ini lho. 

4. Sesi tanya jawab yang seru

5 Hal di Ospek Kampus Universitas Paramadina yang Bikin Unik IDN Times/Karsa Adiguna

Mumpung pembicaranya berbobot, peserta ospek pun nggak mau menyia-nyiakan kesempatan. Mereka nggak ragu untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Salah satunya Muhajir yang menanyakan bagaimana cara menghadapi kritik dan komentar netizen yang bernada pedas.

“Kadang-kadang saya itu terlalu tinggi menilai diri saya sendiri. Jangan-jangan kita nggak segitunya banget. Ketika orang bilang ‘gue dibilang jelek karyanya’, ya emang jelek kali. Kalau kita boleh komentar tentang orang lain, kan nggak adil kalau orang lain nggak boleh komentar tentang kita,” jawab Pandji yang mengundang reaksi beragam dari peserta.

Menurut Pandji, cara terbaik untuk merespon komentar negatif dari netizen adalah dengan membiarkannya berlalu. Bagi Pandji, netizen berkomentar dengan enteng, tanpa memikirkan akibatnya. Jadi, kita sebagai penulis nggak perlu terbawa perasaan. Nah, Arifina juga memberikan pendapatnya terhadap masalah ini dengan bercerita kalau ia pernah sampai berhenti menulis selama berbulan-bulan. Tapi, ada satu hal yang membuatnya kembali menulis.

“Aku dari kecil suka banget nulis dan aku ingin tulisan aku ini bukan cuma buat diriku sendiri tapi juga menginspirasi orang-orang. Aku sendiri ingin mengabadikan hidup dari tulisan. Jadi, itu yang selalu memotivasi aku, supaya diingat orang dan at least diingat keluargaku sendiri,” jawab Arifina. 

Dari jawabannya Pandji dan Arifina, kita bisa lihat kalau mental dan mindset adalah senjata utama dari seorang penulis. Tahan menghadapi komentar negatif dan terus kembali ke motivasi awal dalam menulis adalah apa yang membuat mereka menulis dan menulis lagi.

5. Mini games berhadiah seru

5 Hal di Ospek Kampus Universitas Paramadina yang Bikin Unik IDN Times/Karsa Adiguna

Supaya makin meriah, BCA dan IDN Times juga mengadakan mini games nih. Judul permainannya adalah Punch Line di mana peserta ditantang untuk membuat punch line-nya sendiri. Nah, atas keberanian dan effort yang mereka keluarkan, BCA dan IDN Times pun memberikan hadiah senilai Rp300.000 lho. Eits, bukan hanya itu, BCA juga memberikan hadiah uang sejumlah Rp1.000.000 kepada dua orang pemenang undian buka rekening online! 

Okay guys, itu dia 5 hal yang membuat ospek di Universitas Paramadina pada Kamis (12/09/2019) lalu terasa begitu unik. Semoga ospek semacam ini bisa dicontoh oleh kampus-kampus lainnya ya. Dengan demikian, peserta ospek akan benar-benar mendapatkan ilmu dan manfaat yang nyata. Salut!

Topic:

  • Karsa Adiguna

Just For You