Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus harus ditangani secara transparan profesional, dan akuntabel, mengingat adanya dugaan keterlibatan aparat intelijen.
Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menyatakan, terdapat empat anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Karena pelakunya diduga berasal dari unsur BAIS, yang merupakan bagian dari aparat intelijen, maka penanganannya tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujar TB Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
