Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Nur Alamsyah. Ia diperiksa terkait dugaan korupsi penagdaan fasilitas pengolahan karet di Kementan era Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL).
"Hari ini Kamis, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait Pengadaan Barang/Jasa Sarana Fasilitasi Pengolahan Karet pada Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2021-2023," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Kamis (23/10/2025).
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kasus Pengolahan Karet Era SYL, KPK Periksa Dirjen PSP Kementan

Dirjen Kementan Andi Nur Alamsyah (Kementan), Andi Nur Alamsyah. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
1. Diperiksa di Gedung Merah Putih KPK
Gedung KPK (IDN Times/Aryodamar)
Andi saat ini masih diperiksa KPK. Ia diperiksa sebagai saksi.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," ujarnya.
2. Ada delapan pihak yang dicegah ke luar negeri
Gedung KPK (IDN Times/Aryodamar)
Sebagaimana diketahui, KPK mengusut dugaan korupsi pengadaan barang atau jasa sarana pengelolaan karet tahun anggaran 2021-2023. Hal itu diungkapkan KPK sejak Desember 2024.
Ada delapan pihak yang sempat dicegah ke luar negeri. Namun, identitasnya tak diungkapkan ke publik.
3. KPK telah geledah sejumlah lokasi
Gedung KPK (IDN Times/Aryodamar)
Sementara penyidikan berjalan, KPK menggeledah sejumlah lokasi. Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita uang, dokumen, dan barang bukti elektronik.
Kasus ini diduga merugikan negara Rp75 miliar. Namun, jumlahnya masih bisa berubah.
Curated For You
- Kasus Pengolahan Karet Era SYL, Eks Sekjen Kementan Dipanggil KPK20 Okt 2025, 18:30 WIB
- PNS Kementan Diperiksa KPK Soal Pengadaan Asam Formiat Era SYL22 Okt 2025, 12:06 WIB
- Kasus Pengolahan Karet Era SYL, Eks Sekjen Kementan Dipanggil KPK20 Okt 2025, 18:30 WIB
Editorial Team
EditorJujuk Ernawati
Related Article
Jepang Minta Iran Pulihkan Navigasi Aman di Selat Hormuz14 Agu 2026, 02:13 WIB
Polisi Bongkar Sindikat Eksploitasi Anak Migran di Spanyol14 Agu 2026, 02:00 WIB
Ketegangan Korut vs Korsel Memanas Imbas Rudal Balistik Terbaru14 Agu 2026, 01:47 WIB
Israel Dituduh Sengaja Bakar Kawasan Hutan di Lebanon Selatan14 Agu 2026, 01:35 WIB
Thailand Tangguhkan Izin Kepemilikan Senpi, Buntut Penembakan Massal14 Agu 2026, 01:20 WIB
AS Berencana Kurangi Operasi Kedubesnya di Timur Tengah, Kenapa?14 Agu 2026, 01:08 WIB
Swasembada Beras Jadi Target, Kaltim Hadapi Ancaman Alih Fungsi Lahan14 Agu 2026, 01:00 WIB
Latvia Temukan Terowongan untuk Selundupkan Migran dari Belarus14 Agu 2026, 00:49 WIB
Kala Sekjen Parpol Koalisi Prabowo Kumpul di Kediaman Sugiono Gerindra14 Agu 2026, 00:11 WIB
Pramono: LRT Rute Velodrome-Manggarai Diperpanjang ke Dukuh Atas Mulai 202813 Agu 2026, 23:50 WIB
Grace: Insentif Harus Bisa Alihkan Pemakaian Motor BBM ke Listrik13 Agu 2026, 23:42 WIB
BPK Sebut BSSN Raih WTP, Tuntaskan Seluruh Rekomendasi Audit13 Agu 2026, 23:40 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Resmi Rombak 6 Petinggi Militer Negara13 Agu 2026, 23:37 WIB
Yusril Soroti Celah KUHP di Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras13 Agu 2026, 23:23 WIB
Gen Z Mulai Kembali Melirik Musik dalam Format Fisik13 Agu 2026, 23:08 WIB
Pendekatan Keluarga Diperkuat untuk Tekan Risiko Stunting13 Agu 2026, 23:00 WIB
DPR Ingin Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru di Sidang Tahunan MPR Besok13 Agu 2026, 23:00 WIB
Dari Usaha Gitar, Rini Menata Kembali Masa Depan Keluarga13 Agu 2026, 22:47 WIB
Sebanyak 45 Murid SD Riau Keracunan MBG, SPPG Mahudun Kena Sanksi13 Agu 2026, 22:22 WIB
Pelaku Penyelundupan Ketamin di Batam Pernah Kirim ke Filipina-Taiwan13 Agu 2026, 22:15 WIB