Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kata Kepala BGN soal Anggaran Jumbo untuk Jasa EO Rp113 Miliar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan anggaran Rp113 miliar untuk EO digunakan sebagai bagian dari pembangunan sistem dan tata kelola operasional lembaga yang masih baru.
  • Dadan menegaskan penggunaan jasa EO merupakan langkah strategis karena BGN belum memiliki sumber daya internal yang mampu menangani kegiatan besar secara profesional dan tepat waktu.
  • Penggunaan EO juga dinilai membantu tata kelola administrasi dan keuangan agar lebih tertib, memudahkan proses audit, serta meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 April 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan keterangan resmi mengenai penggunaan anggaran Rp113 miliar untuk jasa Event Organizer. Ia menjelaskan bahwa BGN sebagai lembaga baru masih dalam tahap pembangunan sistem dan tata kelola operasional.

kini

BGN menggunakan jasa EO sebagai langkah strategis untuk mendukung kegiatan berskala besar, memperkuat tata kelola administrasi, serta memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

12 April 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan keterangan mengenai anggaran Rp113 miliar untuk penggunaan jasa Event Organizer (EO). Ia menjelaskan bahwa BGN sebagai lembaga baru masih dalam tahap awal pembangunan sistem dan tata kelola operasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan penggunaan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO) dalam mendukung kegiatan dan pembangunan sistem operasional lembaga tersebut.
  • Who?
    Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), memberikan penjelasan resmi mengenai alasan dan tujuan penggunaan dana besar untuk EO.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, tempat BGN berkedudukan sebagai lembaga pemerintah yang menangani program gizi nasional.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Minggu, 12 April 2026, saat Dadan menanggapi perhatian publik terhadap besarnya anggaran yang digunakan.
  • Why?
    Penggunaan EO dinilai perlu karena BGN masih dalam tahap awal pembentukan dan belum memiliki sumber daya internal yang cukup untuk mengelola kegiatan berskala besar secara mandiri.
  • How?
    BGN melibatkan EO profesional agar pelaksanaan acara berjalan terstandar, tepat waktu, serta mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib dan mudah diaudit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kantor baru namanya BGN. Pimpinnya Pak Dadan bilang mereka pakai uang banyak, sampai seratus tiga belas miliar, buat sewa orang pintar bikin acara besar. Katanya karena BGN belum punya tim sendiri yang bisa urus semua. Jadi EO bantu supaya acara rapi, cepat, dan uangnya bisa dicek dengan jelas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penjelasan Dadan menunjukkan bahwa penggunaan dana besar untuk jasa EO bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi strategis bagi BGN yang masih dalam tahap awal pembentukan. Dengan menggandeng profesional berpengalaman, lembaga ini berupaya memastikan kegiatan berjalan efisien, terstandar, dan transparan, sekaligus memperkuat tata kelola administrasi serta akuntabilitas anggaran negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, buka suara soal dana jumbo yang dialokasikan untuk penggunaan Event Organizer (EO) di BGN, dengan anggaran sekitar Rp113 miliar.

Dadan mengatakan, EO tersebut merupakan bagian dari kebutuhan strategis BGN sebagai lembaga baru yang tengah membangun sistem dan tata kelola operasional.

"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional," ucap Dadan dalam keterangan, Minggu (12/4/2026).

1. BGN belum memiliki sumber daya internal

Kepala BGN Dadan Hindayana saat jumpa pers di Kota Bogor, Sabtu (28/2/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri

"Apalagi dalam penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang berskala besar dan kompleks, diperlukan dukungan pihak profesional," ucap Dadan.

2. Penggunaan jasa EO langkah strategis

Lusdek Simatupang atau akrab disapa Lucy selaku Wakil Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi dan PIC Mitra saat memperlihatkan dapur SPPG Sei Mencirim Sunggal Deli Serdang (IDN Times/Indah Permata Sari)

EO, lanjut Dadan, keahlian yang belum sepenuhnya dimiliki BGN saat ini. Menurutnya, penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu.

"EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelas Dadan.

3. Penggunaan EO dinilai mendukung tata kelola administrasi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.

"Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan.

Editorial Team