Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mahasiswa Demo: Maling Uang Rakyat Masih Bebas Berpesta

Mahasiswa Demo: Maling Uang Rakyat Masih Bebas Berpesta
Mahasiswa dari berbagai universitas gelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Mahasiswa dari berbagai universitas dan koalisi masyarakat sipil menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, membawa poster kritik terhadap pemerintah dan penegakan hukum.
  • Aksi bertajuk 'Mosi Tidak Percaya Kabinet Prabowo-Gibran' ini menyoroti ketimpangan hukum dengan pesan bahwa rakyat ditangkap karena bersuara sementara koruptor masih bebas.
  • Massa menyuarakan tiga tuntutan utama: mengembalikan kedaulatan masyarakat sipil, membongkar sistem negara, serta menyelamatkan pendidikan Indonesia meski sempat tertahan barikade polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Terbuka (UT), Universitas Paramadina, bersama koalisi masyarakat sipil membawa sejumlah poster berisi kritik terhadap pemerintah saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).

Pantauan IDN Times, salah satu poster berwarna hitam-merah bertuliskan, "6.000+ Rakyat Ditangkap Karena Bersuara, Maling-maling Uang Rakyat Masih Bebas Berpesta!"

Poster tersebut menjadi simbol kritik terhadap penegakan hukum yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Selain itu, massa juga membentangkan spanduk berwarna putih bertuliskan "Semakin Ditekan, Semakin Melawan" yang dibawa di barisan depan peserta aksi.

Poster dan spanduk tersebut dibawa mahasiswa sebagai bentuk penyampaian aspirasi dalam aksi bertajuk 'Mosi Tidak Percaya Kabinet Prabowo-Gibran.'

Aksi ini diikuti mahasiswa dari UNJ, Universitas Terbuka, Universitas Paramadina, serta sejumlah elemen koalisi masyarakat sipil.

Aksi itu membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mengembalikan kedaulatan masyarakat sipil. Kedua, membongkar total sistem negara. Ketiga, menyelamatkan pendidikan Indonesia.

Pantauan IDN Times, massa sempat tertahan di depan Gedung BSI Tower akibat barikade aparat kepolisian saat hendak menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Meski demikian, mereka tetap membentangkan poster dan spanduk sambil menyampaikan orasi di lokasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More