Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ke Korea untuk Jakarta, Rano Perkuat Kolaborasi Seni, Budaya, & Pendidikan
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu Wakil Wali Kota Seoul, Korea Selatan, Jeong Sang-hun, di Seoul Metropolitan Government Building, Selasa (6/10/2026). (dok. Pemprov DKI Jakarta)
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi Seoul dan Busan pada 4–7 Oktober 2026 untuk menjajaki kerja sama budaya, ekonomi kreatif, perfilman, dan pendidikan.

  • Di Seoul, Jakarta membahas pertukaran pengalaman pembangunan kota, ekonomi kreatif, dan pendidikan, sambil mempelajari strategi Korea mengangkat musik, film, fesyen, serta kuliner beridentitas budaya.

  • Di Busan, Jakarta menjajaki kolaborasi perfilman, pengembangan talenta, dan akses jejaring global, serta merencanakan beasiswa luar negeri mulai 2027 dan kerja sama gim, e-sport, musik, serta seni pertunjukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjajaki kerja sama seni, budaya, ekonomi kreatif, perfilman, dan pendidikan dengan sejumlah lembaga di Seoul dan Busan.
  • Who?
    Rano Karno, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun, Busan Film Commission, Busan Asian Film School, serta Jakarta Film Commission terlibat dalam rangkaian agenda.
  • Where?
    Agenda berlangsung di Seoul, termasuk Yeouido Hangang Park, serta di Busan, Korea Selatan, antara lain di Busan International Film Festival, Busan Asian Film School, dan Busan Cinema Center.
  • When?
    Kunjungan Rano Karno berlangsung pada 4–7 Oktober 2026. Ia menghadiri Festival Indonesia pada 4 Oktober dan BIFF ke-31 pada 6 Oktober 2026.
  • Why?
    Jakarta ingin mempelajari pengembangan ekosistem budaya dan industri kreatif Korea Selatan, memperluas jaringan internasional, serta membuka peluang pendidikan dan pengembangan talenta bagi warga Jakarta.
  • How?
    Penjajakan dilakukan melalui pertemuan dengan pejabat dan lembaga perfilman, kunjungan fasilitas pendidikan serta industri, pembahasan kolaborasi komisi film, pertukaran sineas, dan rencana beasiswa luar negeri mulai 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  – Dari musik K-pop yang mendunia hingga drama Korea yang digemari lintas negara, Korea Selatan membuktikan seni dan budaya dapat menjadi kekuatan sebuah negara di panggung global. 

Di balik keberhasilan itu, ada ekosistem kreatif yang dibangun secara konsisten, mulai dari dukungan terhadap kreator hingga pengembangan industri.

Pengalaman inilah yang ingin dipelajari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam kunjungannya ke Seoul dan Busan pada 4–7 Oktober 2026.

“Yang menarik untuk kita pelajari bukan sekadar hasil akhirnya, tetapi strategi di belakangnya. Bagaimana budaya diberi ruang, kreator diperkuat, industri dibangun, dan semuanya kemudian diperkenalkan kepada dunia,” ujar Rano.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Jakarta menjajaki peluang kerja sama di bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, perfilman, dan pendidikan untuk memperkuat posisinya sebagai kota global.

1. Belajar dari Seoul untuk bawa budaya Jakarta mendunia

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri Festival Indonesia 2026 di Yeouido Hangang Park, Seoul, Korea Selatan, Minggu (4/10). (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Misi Rano dimulai dengan menghadiri Festival Indonesia 2026 di Yeouido Hangang Park, Seoul, pada Minggu (4/10/2026). Festival ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat Indonesia dan Korea Selatan sekaligus memperkuat diplomasi budaya.

“Festival Indonesia bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah ruang perjumpaan. Melalui seni, kuliner, kreativitas, dan budaya, masyarakat Indonesia dan Korea Selatan bisa semakin saling mengenal, berbagi inspirasi, dan membangun persahabatan yang lebih kuat,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota Seoul, Jeong Sang-hun, Rano juga membahas pertukaran pengalaman pembangunan kota, ekonomi kreatif, dan pendidikan. Jakarta tertarik mempelajari strategi Seoul mengembangkan musik, film, fesyen, dan kuliner hingga dikenal dunia, tanpa meninggalkan identitas budayanya.

2. Intip cara Busan bangun ekosistem film kelas dunia

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri pembukaan dan red carpet Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Busan, Korea Selatan, Selasa (6/10) malam. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Perjalanan berlanjut ke Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 pada Selasa (6/10/2026). Festival yang berlangsung hingga 15 Oktober ini menghadirkan 316 film dari 59 negara, termasuk dua film Indonesia, Ibuku karya Eddie Cahyono dan Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen, yang masuk kompetisi utama.

Busan menjadi referensi bagi Jakarta karena ditetapkan UNESCO sebagai Creative City of Film pada 2014. Kota ini membangun ekosistem perfilman melalui festival, pendidikan, infrastruktur, dukungan produksi, dan jejaring internasional.

“Kita berada di jalan dan jalur yang benar. Cuma memang perlu waktu,” kata Rano mengenai upaya Jakarta mengembangkan industri film.

Ia juga mengunjungi Busan Asian Film School dan Busan Cinema Center, serta bertemu dengan Busan Film Commission untuk menjajaki kerja sama pengembangan talenta, pendidikan produser, dan akses ke jejaring industri global.

Jakarta juga mendorong kolaborasi Jakarta Film Commission (JFC) dan Busan Film Commission, termasuk membuka peluang bagi rumah produksi Busan untuk melakukan syuting di Jakarta. JFC diluncurkan pada 26 Juni 2026 untuk memfasilitasi lokasi produksi, perizinan, dan jejaring industri.

3. Dari beasiswa hingga industri kreatif, peluang untuk anak Jakarta

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri pembukaan dan red carpet Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Busan, Korea Selatan, Selasa (6/10) malam. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Tak hanya industri, pendidikan menjadi agenda penting dalam kunjungan Rano. Pemprov DKI Jakarta berencana mengembangkan program beasiswa pendidikan luar negeri mulai 2027 melalui skema yang dikenal sebagai LPDP Jakarta.

Program tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa Jakarta untuk belajar di perguruan tinggi Korea Selatan, termasuk menjajaki pengembangan talenta perfilman melalui Busan Asian Film School.

Kolaborasi juga diperluas ke bidang gim, e-sport, musik, dan seni pertunjukan. Selain itu, Jakarta ingin memperkuat hubungan Jakarta Film Week dan BIFF melalui pertukaran sineas muda, pemutaran film, dan promosi bersama.

Rangkaian penjajakan ini menjadi langkah Jakarta menghubungkan potensi lokal dengan jaringan internasional. Menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 2027, kerja sama tersebut diharapkan memperkenalkan Ibu Kota sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang di panggung dunia.(WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article