Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan ekstrikasi dalam proses evakuasi korban tabrakan antara Commuterline dan kereta Argo Bromo yang terjadi di Bekasi, Senin (27/4/2026) malam WIB.
"Yang pasti, sekarang Basarnas Special Group (BSG) sedang melaksanakan proses evakuasi melalui tindakan ekstrikasi. Jadi, pemotongan-pemotongan terhadap logam-logam yang menjadi penjepit dari korban," ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, saat dihubungi IDN Times via sambungan telepon.
Sebanyak 50 personel dikerahkan dalam evakuasi yang terdiri dari Kantor SAR Jakarta dengan mengirimkan unit siaga SAR yang berada di Bekasi dan dua tim Basarnas Special Group (BSG) yang masing-masing diisi 12 personel setiap timnya.
"Jadi kira-kira mungkin ada 50 personel itu yang terlipat di lokasi kira-kira. Dengan peralatan khusus untuk melaksanakan tindakan ekstrikasi terhadap bodi dari kereta api," ujar Syafii.
Syafii menjelaskan, PT Kereta Api sebenarnya memiliki tim emergency untuk melakukan tindakan awal terhadap terjadinya kedaruratan di PT KAI.
"Dan pada saat itu proses dilaksanakan, baru PT KAI akan berkoordinasi atau memberikan informasi, bahkan meminta bantuan, khususnya kepada Basarnas untuk penanganan lanjutan apabila membutuhkan penanganan khusus," ujar Syafii.
Menurut Syafii, peristiwa tabrakan yang melibatkan Commuterline dan kereta Argo Bromo ini memerlukan penanganan khusus. Sebab, dua gerbong Commuterline yang paling belakang mengalami kerusakan parah.
"Tabrakan ini sudah pasti membutuhkan penanganan khusus. Karena ada dua gerbong yang mengalami dampak besar. Sehingga, terjadi collapse struktur pada gerbong itu dan mengakibatkan jumlah korban mulai dari terjepit, terbentur, dan lainnya," ujar Syafii.
