Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan gagasan program pengembangan 1.000 doktor bagi Ma’had Aly untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pendidikan tinggi pesantren. Program yang direncanakan berlangsung selama periode 2027–2031 ini akan dimulai dengan memetakan kebutuhan tenaga pengajar dan potensi lulusan dari 95 Ma’had Aly di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyampaikan gagasan tersebut saat membuka Forum Konsultasi Akademik Nasional dan Pemetaan Kebutuhan Kurikulum Ma’had Aly di Tangerang, Kamis (5/11/2026).
Basnang mengatakan, peningkatan kualitas akademik Ma’had Aly membutuhkan perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Pemerintah perlu mengetahui kebutuhan tenaga pengajar di setiap lembaga, termasuk kesesuaian bidang keilmuan, jumlah mahasantri, jenjang pendidikan dosen, serta lulusan potensial yang dapat dikembangkan menjadi tenaga pendidik.
“Kita harus ada peta kebutuhan dosen kita selama lima tahun dan kita perjuangkan,” ujar Basnang dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, pemetaan tersebut nantinya menjadi landasan untuk membangun kerja sama pembiayaan pendidikan lanjutan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui skema tersebut, dosen maupun lulusan potensial Ma’had Aly diharapkan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.
Basnang menilai kebutuhan tenaga pengajar di setiap program studi tidak bisa disamaratakan. Sejumlah bidang keilmuan, seperti sejarah peradaban Islam, hadis, fikih, dan tafsir, membutuhkan ketersediaan dosen dengan kompetensi khusus.
Karena itu, penentuan penerima kesempatan pendidikan lanjutan harus mempertimbangkan kebutuhan akademik setiap Ma’had Aly. Ia juga mendorong pendataan lulusan potensial, terutama alumni dari beberapa angkatan terakhir, agar dapat dipersiapkan mengikuti program peningkatan kualifikasi pendidikan.
Menurutnya, program tersebut perlu disertai komitmen antara peserta dan lembaga asal. Dengan demikian, peningkatan pendidikan para lulusan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan institusi pesantren.
“Sekarang kita petakan 95 Ma’had Aly itu. Kita pasang program 1.000 doktor Ma’had Aly,” katanya.