Kementerian Agama RI menjalin kolaborasi dengan British Council guna memperkuat kompetensi guru Bahasa Inggris di madrasah. (Dok. British Council)
Selama delapan minggu pelaksanaan, perubahan mulai terlihat dalam praktik pembelajaran. Guru mengadopsi pendekatan yang lebih berpusat pada siswa dan menciptakan interaksi kelas yang lebih aktif. Kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris juga meningkat dan berdampak pada partisipasi siswa.
Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris dari MTsN 15 Jombang, membagikan pengalamannya.
“Kesempatan pengembangan diri bagi pendidik di madrasah belum banyak. Melalui program ini, guru bahasa Inggris di madrasah bisa memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi murid dan menginspirasi untuk terus belajar demi menghasilkan generasi yang beriman dan berakal,” ujarnya.
Sebagai program percontohan, inisiatif ini menjadi fondasi untuk pengembangan yang lebih luas. Meski jumlah peserta masih sebagian kecil dari kebutuhan nasional, model yang telah diuji membuka ruang untuk ekspansi dan penguatan berkelanjutan.
“Progres dalam skala seperti ini hanya dapat terwujud ketika seluruh mitra memiliki komitmen yang sama untuk membangun sistem pendidikan yang terukur, berdampak, dan siap untuk diadopsi secara nasional. Melalui kolaborasi ini, British Council berkomitmen untuk memperkuat kapasitas, mempercepat transfer pengetahuan, serta memastikan solusi yang tidak hanya efektif saat ini, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Summer Xia.
British Council merupakan organisasi internasional Inggris untuk hubungan budaya dan peluang pendidikan yang bekerja di lebih dari 200 negara dan wilayah, serta sepanjang 2024–2025 telah menjangkau 600 juta orang melalui program seni dan budaya, pendidikan, dan Bahasa Inggris.