Kemenag dan Inggris Kerja Sama TIngkatkan Kompetensi Guru Madrasah
Jakarta, IDN TimesĀ - Kementerian Agama (Kemenag) terus meningkatkan pendidikan Islam ke kancah global. Salah satunya, dengan membuat program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru bahasa Inggris madrasah.
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Kemenag dan British Council. Tujuannya untuk merevolusi standar kompetensi para pendidik di lingkungan madrasah agar mampu bersaing.
Pada penutupan program Continuing Professional Development, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan program tersebut mengacu pada nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sejak November 2023.
"Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh, yaitu kemajuan siswa akan mengikuti. Penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini adalah kunci untuk menghubungkan siswa kita dengan pusat-pusat riset, inovasi, dan literatur global," ujar Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/2/2026).
1. Fokus untuk meningkatkan SDM

Fokus utama kerja sama ini untuk peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di mata dunia. Nasaruddin menilai, penguasaan bahasa asing bagi madrasah saat ini bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga relevansi di era tanpa batas.
Dalam arahannya, Nasaruddin menaruh perhatian besar pada peran guru sebagai agen perubahan. Ia mengingatkan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai jembatan menuju literasi dan inovasi global.
"Antusiasme yang Anda tunjukkan hari ini akan membentuk wajah masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan kompetitif di masa depan," ucap dia.
2. Ratusan guru digembleng selama delapan minggu

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno, memaparkan data terkait pelaksanaan program ini. Pelatihan intensif tersebut berjalan selama delapan minggu, mulai 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026.
Pesertanya merupakan 720 guru Bahasa Inggris terpilih dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di berbagai penjuru Nusantara. Materi pelatihan tidak hanya berkutat pada kemampuan tekstual bahasa. Para guru juga mendapatkan pembekalan metode pedagogis terstruktur agar cara mengajar mereka lebih adaptif terhadap zaman.
3. Targetkan dampak luas bagi ribuan kelas

Amien Suyitno menekankan, orientasi program ini bukan sekadar sertifikasi peserta. Kemenag ingin ada efek domino positif ke ribuan ruang kelas dan komunitas pendidikan lainnya.
"Program ini menyasar ratusan guru, namun efek dominonya ditargetkan menjangkau ribuan ruang kelas dan komunitas pendidikan yang lebih luas. Penguatan kompetensi ini bertujuan memberdayakan guru agar lebih siap membimbing siswa di dunia yang saling terhubung, namun tetap teguh memegang identitas dan nilai-nilai luhur madrasah," kata dia.
Penutupan program ini juga dihadiri Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, Seema Malhotra, dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey.

















