Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenhaj: 37 Jemaah Umrah Indonesia yang Berangkat dari Riyadh Selamat
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha ketika memberikan keterangan. (Dokumentasi Kementerian Haji dan Umrah)
  • Kemenhaj memastikan 37 jemaah umrah yang berangkat atau pulang melalui Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, selamat dan tidak ada WNI terdampak langsung serangan rudal Houthi.
  • Jemaah diminta tetap tenang, waspada, fokus beribadah di Mekkah dan Madinah, membatasi perjalanan tidak mendesak, mematuhi arahan otoritas, serta berkoordinasi dengan travel.
  • Bandara King Khalid ditutup sementara hingga 15 Oktober 2026 setelah serangan merusak terminal dan fasilitas; insiden tersebut menewaskan 12 orang serta melukai lebih dari 300 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu, 10 Oktober 2026

Rudal balistik Houthi mengenai Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan itu menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Minggu, 11 Oktober 2026

Data Kemenhaj mencatat 37 jemaah umrah berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khalid. Data tersebut dikonfirmasi kepada Kementerian Luar Negeri dan KBRI Riyadh.

Senin (12/10/2026)

Kemenhaj menyatakan 37 jemaah yang berangkat dari Riyadh selamat dan tidak ada WNI terdampak langsung serangan. Jemaah diimbau tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan otoritas serta travel.

hingga 15 Oktober 2026

Otoritas Arab Saudi menutup sementara Bandara Internasional King Khalid di Riyadh akibat kerusakan pada terminal, radar, dan peralatan komunikasi. Operasional penerbangan dihentikan setidaknya hingga Kamis.

pekan depan

Etihad Airways membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh akibat gangguan regional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Serangan rudal balistik Houthi mengenai Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, sementara 37 jemaah umrah Indonesia yang tercatat melalui bandara tersebut dilaporkan selamat.
  • Who?
    37 jemaah umrah Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, otoritas Arab Saudi, serta kelompok Houthi terlibat dalam situasi ini.
  • Where?
    Serangan terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Jemaah Indonesia diimbau fokus beribadah di Mekkah dan Madinah.
  • When?
    Serangan terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Data keselamatan 37 jemaah dikonfirmasi hingga Minggu, 11 Oktober, dan disampaikan Kemenhaj pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Why?
    Bandara ditutup sementara hingga 15 Oktober 2026 setelah rudal Houthi mengenai Terminal 3, menyebabkan 12 orang tewas, lebih dari 300 terluka, serta kerusakan terminal, radar, dan komunikasi.
  • How?
    Kemenhaj mengonfirmasi data dengan Kemlu dan KBRI Riyadh, mengimbau jemaah memantau penerbangan melalui travel, serta meminta PPIU mendampingi jemaah dan mengutamakan keselamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rudal dari kelompok Houthi kena Bandara King Khalid di Riyadh. Ada 12 orang meninggal dan banyak orang luka. Tapi 37 jemaah umrah dari Indonesia selamat. Mereka bisa tetap beribadah. Bandara itu ditutup sampai 15 Oktober. Jemaah diminta tenang, hati-hati, dan tanya travel soal jadwal pesawat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kepastian bahwa 37 jemaah umrah Indonesia selamat, setelah data dikonfirmasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Riyadh, mencerminkan pentingnya koordinasi yang berjalan. Ibadah mereka juga tetap berlangsung sebagaimana mestinya, sementara arahan kepada travel untuk memantau, mendampingi, dan membuka akses bantuan menempatkan keselamatan jemaah sebagai perhatian utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengatakan, sebanyak 37 jemaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi dalam keadaan selamat. Dengan demikian, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan rudal balistik yang dilakukan kelompok Houthi ke terminal 3 Bandara King Khalid pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

"Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh," kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, di dalam keterangan, Senin (12/10/2026).

Data tersebut, kata Ichsan, sudah dikonfirmasi ke Kementerian Luar Negeri dan KBRI Riyadh.

"Alhamdulilah, tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut," kata dia.

Dia juga memastikan tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh serangan rudal balistik tersebut. Seluruh rangkaian ibadah jemaah umrah, kata Ichsan, berjalan dengan sebagaimana mestinya.

1. Kementerian Haji dan Umrah imbau jemaah untuk fokus kegiatan ibadah di Madinah

Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah (pexels.com/Fahad Puthawala)

Ichsan mengimbau agar jemaah umrah untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan fokus pada kegiatan pelaksanaan ibadah di Mekkah serta Madinah. Jemaah juga diminta untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut.

"Selain itu, jemaah umrah diminta untuk menghindari lokasi yang berpotensi rawan, mematuhi seluruh arahan dari otoritas dan terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak travel," kata Ichsan.

Instruksi juga disampaikan oleh Kementerian Haji kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.

"Pihak travel diwajibkan untuk memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, serta segera menginformasikan setiap perubahan jadwal serta langkah penanganannya. Termasuk memastikan jemaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan di lapangan," kata dia.

2. Jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Air diminta pastikan status penerbangan

Ilustrasi Bandara Internasional King Khalid yang terletak di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. (Dokumentasi Bandara Riyadh)

Kementerian Haji dan Umrah juga meminta jemaah umrah yang belum meninggalkan Arab Saudi agar memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing. Mereka juga diminta untuk selalu mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.

Kemenhaj turut berpesan kepada keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang dan terus menjaga komunikasi dengan jemaah maupun pihak travel. Masyarakat, kata Ichsan, diminta untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi dan selalu merujuk kepada informasi dari kanal resmi Kemenhaj, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah dan otoritas Arab Saudi.

"Tetap tenang, tetap waspada dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi seluruh jemaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka," kata dia.

3. Bandara Internasional King Khalid ditutup sementara hingga 15 Oktober

Asap tebal yang terlihat muncul dari dekat Bandara Internasional King Khalid dalam serangan pada September 2026 lalu. (ANTARA FOTO/Xinhua)

Sementara, otoritas Arab Saudi menutup sementara Bandara Internasional King Khalid Riyadh hingga 15 Oktober 2026. Keputusan itu ditempuh usai serangan rudal balistik Houthi mengenai terminal 3 bandara tersebut pada Sabtu lalu. Akibatnya 12 orang tewas dan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seorang sumber senior di bidang penerbangan yang mengawasi penerbangan ke wilayah Teluk untuk sebuah maskapai mengatakan, operasional akan dihentikan selama sisa hari kerja di Arab Saudi. Informasi itu didasari pesan yang dikirimkan kepada maskapai pada hari ini oleh otoritas penerbangan Saudi.

"Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan," ujar sumber tersebut kepada AFP.

Dia mengatakan, Terminal 3 dan 4 mengalami kerusakan, begitu pula peralatan radar dan komunikasi bandara. Sementara kondisi landasan pacu belum diperiksa. Maskapai nasional UEA, Etihad Airways, mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga pekan depan akibat gangguan regional.

Sementara, otoritas penerbangan sipil Saudi merilis asal kewarganegaraan dari 12 korban tewas. Mereka terdiri dari 4 warga negara Saudi, 1 warga negara Amerika Serikat, 1 warga Mesir, 1 warga Yordania, 1 warga Suriah, 1 warga Palestina, 1 warga Sudan dan 2 warga Bangladesh.

Curated For You

Editorial Team

Related Article