Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara menyusul peningkatan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi pada pemantauan terbaru. Perhatian terutama diarahkan ke Kalimantan Tengah yang mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas. (Dok. Kemenhut)
Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, perkembangan hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:
• Kalimantan Tengah: 122 titik, meningkat dari 86 titik;
• Sumatera Selatan: 107 titik, turun dari 130 titik;
• Jambi: 15 titik, meningkat dari 3 titik;
• Kalimantan Barat: 13 titik, meningkat tipis dari 12 titik;
• Kalimantan Selatan: 13 titik, turun dari 37 titik; dan
• Riau: nihil, tetap nihil.
Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 270 hotspot high confidence, relatif stabil dibandingkan 268 titik sehari sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran konsentrasi hotspot antarwilayah. Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dan kini mencatat jumlah tertinggi di antara enam provinsi prioritas, sedangkan Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan menunjukkan penurunan.
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual serta menentukan tindakan penanganan yang diperlukan.
Pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terkait. Pemerintah tetap menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing.
Operasi udara berjalan bersama penanganan darat melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan. Perhatian khusus tetap diberikan pada kawasan gambut. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat. Karena itu, proses pembasahan dan pendinginan harus dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.