Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejumlah dokter spesialis keliling melayani pengobatan gratis dan deteksi TBC di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Sejumlah dokter spesialis keliling melayani pengobatan gratis dan deteksi TBC di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Intinya sih...

  • Kemenkes tambah anggaran khusus untuk percepatan deteksi TBC

  • Indikator program harus dikejar, capaian inisiasi pengobatan relatif baik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah anggaran khusus untuk percepatan deteksi tuberkulosis (TBC) pada 2026.

Dikutip dari ANTARA, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, mengatakan, anggaran itu akan difokuskan untuk perluasan akses layanan skrining dan diagnosis TB, terutama di daerah yang kasusnya tinggi.

1. Ada beberapa indikator yang harus dikejar

Kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Aji mengatakan, ada beberapa indikator program yang harus dikejar untuk menghapus TBC di Indonesia.

Indikator itu adalah penemuan kasus, keberhasilan pengobatan dan pemberian Terapi Pencegahan TB (TPT).

"Berdasarkan data Sistem Informasi TB, hingga 11 Januari 2025, penemuan kasus TB tahun 2025 baru mencapai 79 persen dari target nasional sebesar 90 persen sehingga masih terdapat kesenjangan sekitar 11 persen yang perlu dikejar," kata dia.

2. Capaian inisiasi pengobatan relatif baik

Kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Aji mengatakan, capaian inisiasi pengobatan saat ini sudah relatif baik. Terutama pada TB Sensitif Obat sebesar 93 dari target 95 persen dan TB Resistan Obat sebesar 83 dari target 95 persen.

"Namun dari sisi keberhasilan pengobatan, khususnya TB Resistan Obat yang baru 59 persen, capaian ini masih di bawah target," kata dia.

Oleh karena itu, ujar Aji, harus ada penguatan pada aspek kepatuhan pengobatan, pendampingan pasien, dan dukungan sistem layanan.

3. Fokus pada prinsip TOSS TB untuk 2026

Kegiatan Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding/ACF) untuk skrining kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Aji mengatakan, pada 2026, pihaknya akan berfokus pada prinsip Temukan TB, Obati Sampai Sembuh (TOSS TB). Prinsip tersebut mencakup upaya seperti skrining TB secara aktif, investigasi kontak pasien TBC, penguatan pencatatan laporan TB, dan penguatan kolaborasi.

"Intervensi utama meliputi pendistribusian dan penguatan pemanfaatan alat diagnostik, seperti pemeriksaan rontgen dada (X-ray) serta pemanfaatan Near Point of Care Testing (NPOCT), guna meningkatkan kapasitas deteksi dini dan penemuan kasus secara lebih cepat dan akurat," kata dia.

Dia berharap, hal tersebut dapat mempercepat temuan kasus TBC sehingga menekan penularannya.

Aji pun mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih sehat, rutin olahraga, hindari rokok dan alkohol, serta mengecek kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, demam atau turun berat badan.

Editorial Team