Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenkes: Dua Suspek Kasus Hantavirus di Jakarta dan Jogja Sembuh
ilustrasi Hantavirus (gavi.org)
  • Kemenkes memastikan dua pasien suspek Hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta dinyatakan negatif serta telah sembuh setelah pemeriksaan lanjutan.
  • Sepanjang 2026 tercatat lima laporan kasus Hantavirus, namun tiga di antaranya tidak bisa diperiksa karena kendala kualitas sampel.
  • Dari 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus di sembilan provinsi, didominasi tipe HFRS dengan strain Seoul dan Hantaan virus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua orang di Jakarta dan Jogja dulu sakit karena diduga kena virus Hanta, tapi sekarang sudah sembuh dan sehat. Pak Aji dari Kemenkes bilang hasilnya ternyata negatif. Tahun ini ada lima orang yang pernah dicurigai, tapi tiga belum bisa dicek lagi. Sekarang belum ada orang baru yang dicurigai sakit virus itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesKementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat terdapat lima kasus virus Hanta yang terlapor sepanjang 2026. Namun, dua kasus suspek terbaru di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dipastikan negatif, setelah hasil pemeriksaan lanjutan keluar.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan dua pasien yang sempat diduga terpapar virus Hanta kini telah sembuh dan dalam kondisi sehat.

“Itu terakhir tadi saya konfirmasi ke teman-teman unit lain itu sudah negatif,, yang dua itu. Sudah sembuh, sudah sehat,” ujar Aji saat dihubungi IDN Times, Jumat (8/5/2026).

1. Ada lima orang suspek tahun ini

Hantavirus. Dok Wikipedia

Aji menjelaskan, total laporan kasus pada 2026 berjumlah lima orang. Namun, tiga kasus lainnya tidak dapat diperiksa lebih lanjut, karena terkendala kualitas atau kesalahan sampel.

“Yang suspek dua, yang tiga tidak bisa diperiksa, karena mungkin kesalahan sampel atau apa,” katanya.

2. Belum ada tambahan suspek baru

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut Aji, hingga saat ini belum ada tambahan suspek baru virus Hanta di Indonesia. Kemenkes pun masih terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans penyakit menular yang berjalan rutin di seluruh daerah.

“Yang suspek lagi baru belum ada. Jadi masih data itu aja,” ujarnya.

3. Ada 23 kasus sudah terkonfirmasi

Gedung Kemenkes RI (IDN Times/Sunariyah)

Dalam data Kemenkes, kasus virus Hanta sepanjang 2024–2026 tercatat 23 kasus konfirmasi yang tersebar di sembilan provinsi. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, masing-masing enam kasus.

Seluruh kasus konfirmasi di Indonesia sejauh ini masuk kategori Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni tipe hantavirus yang menyerang ginjal dan saluran pencernaan. Strain yang dominan ditemukan adalah Seoul virus dan Hantan virus.

“Di Indonesia baru yang HFRS dan kebanyakan itu Seoul virus sama Hantan virus,” kata Aji.

Editorial Team