Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Laporan Kemenkes: Tercatat 23 Kasus Positif Hantavirus di Indonesia

Laporan Kemenkes: Tercatat 23 Kasus Positif Hantavirus di Indonesia
ilustrasi tikus yang dapat membawa hantavirus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)
Intinya Sih
  • Kemenkes mencatat 23 kasus positif hantavirus di Indonesia periode 2024–2026, tersebar di sembilan provinsi dengan dua tambahan suspek yang masih diperiksa.

  • Penelitian menunjukkan seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6 persen, menandakan paparan virus ini sudah lama terjadi sejak 1980-an.

  • Hantavirus ditemukan tidak hanya di daerah terpencil tetapi juga kota besar, dipicu oleh urbanisasi, kepadatan penduduk, serta sanitasi lingkungan yang buruk.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang mengira hantavirus adalah penyakit langka dari luar negeri. Faktanya, virus ini sudah lama ada di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an.

Studi komprehensif yang dilakukan di berbagai kota besar menemukan bahwa seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6 persen. Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, meskipun mungkin tidak pernah terdiagnosis.

Menurut laporan "Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-17 Tahun 2026, Data s.d. Minggu Epidemiologi ke-16 Tahun 2026 (19 s.d 25 April 2026)" dari Kemenkes, total kasus penyakit hantavirus dari 2024–2026 (M16): 23 konfirmasi di 9 provinsi (DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, NTT, Sumatra Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat).

Terdapat penambahan 2 suspek, yaitu 1 di Jakarta Utara dan 1 di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Keduanya masih dalam pemeriksaan.

Disebutkan juga bahwa faktor risikonya adalah kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi.

Table of Content

Hantavirus juga ditemukan di kota besar

Hantavirus juga ditemukan di kota besar

Mikrograf elektron menampilkan partikel Hantavirus berbentuk bulat dengan struktur permukaan khas di bawah pembesaran tinggi.
Mikrograf elektron dari Hantavirus. (commons.wikimedia.org/Photo Credit: Content Providers(s): CDC/Cynthia Goldsmith)

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa hantavirus tidak hanya ditemukan di daerah terpencil, tetapi juga di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar. 

Bahkan dalam satu studi, kasus ditemukan pada pasien yang dirawat di rumah sakit di beberapa kota besar.

Hal ini menunjukkan satu hal penting, bahwa urbanisasi dan kepadatan penduduk meningkatkan risiko hantavirus. Lingkungan perkotaan dengan sanitasi buruk, permukiman padat, dan pengelolaan sampah yang tidak optimal menjadi habitat ideal bagi tikus.

Referensi

Nurhayati Lukman et al., “A Review of Hantavirus Research in Indonesia: Prevalence in Humans and Rodents, and the Discovery of Serang Virus,” Viruses 11, no. 8 (July 31, 2019): 698, https://doi.org/10.3390/v11080698.

"Hantavirus: Virus dari Tikus yang Mematikan, Siapkah Indonesia Menghadapinya?" Kemenkes BKPK." Diakses Mei 2026.

"Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-17 Tahun 2026, Data s.d. Minggu Epidemiologi ke-16 Tahun 2026 (19 s.d 25 April 2026)" Kemenkes RI. Diakses Mei 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More