Jakarta, IDN Times - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan fasilitas umum. Anak-anak yang berada di wilayah terdampak juga menghadapi risiko kehilangan akses pendidikan hingga terdorong masuk dalam perkawinan usia anak dan pekerjaan anak.
Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu mengatakan, tekanan keluarga setelah bencana dapat memperbesar kerentanan anak. Kondisi itu dipengaruhi persoalan ekonomi, terganggunya layanan dasar, serta perubahan aktivitas sehari-hari.
“Seperti tadi, ada yang berisiko dikawinkan atau menjadi pekerja anak, karena tekanan ekonomi juga. Tidak hanya tekanan emosional, tapi tekanan ekonomi juga,” kata Titi dalam media talk di Kantor KemenPPPA dikutip Rabu (7/10/2026).
