Jakarta, IDN Times - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) memastikan terus memantau nasib beberapa jurnalis Indonesia yang diduga diculik pasukan pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza. Di antaranya adalah dua jurnalis Republika.
Jurnalis yang diculik merupakan bagian dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam pelayaran kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Mereka menjalankan misi pengiriman bantuan logistik untuk pengungsi Palestina di Gaza.
Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, mengatakan pihaknya telah bertemu dengan manajemen Media Republika untuk membahas perkembangan kasus tersebut.
“Kedua jurnalis tersebut saat itu sedang berada dalam pelayaran kapal-kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dalam rangka melaksanakan tugas misi kemanusiaan,” ujar Thomas dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau kondisi para WNI melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
“Kita tentu terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan bisa segera dibebaskan,” kata Thomas.
