Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Republika Kecam Penculikan Jurnalisnya oleh Israel Dalam Misi ke Gaza

Republika Kecam Penculikan Jurnalisnya oleh Israel Dalam Misi ke Gaza
Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. (commons.wikimedia.org/Alpha bakemono)
Intinya Sih
  • Pemimpin Redaksi Republika mengecam keras tindakan militer Israel yang menculik lima WNI, termasuk dua jurnalis Republika, saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
  • Menkomdigi Meutya Hafid turut mengecam penahanan jurnalis Indonesia dan menegaskan pentingnya perlindungan serta penghormatan terhadap kerja jurnalistik di tengah krisis kemanusiaan.
  • Kemlu RI berkoordinasi dengan KBRI di Ankara, Kairo, dan Amman untuk memastikan keselamatan sembilan WNI peserta misi GSF yang kapalnya dicegat militer Israel di Mediterania Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam tindakan militer zionis Israel yang dilaporkan menculik lima Warga Negara Indonesia (WNI) saat mengikuti kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF), di perairan Mediterania Timur menuju Gaza. Adapun dua dari lima WNI yang diculik itu merupakan jurnalis dari Republika.

"Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (19/5/2026).

Padahal, kata Andi, para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, hingga agresi tanpa henti.

"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," tegasnya.

"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," sambung dia.

1. Menkomdigi kecam penahanan jurnalis Indonesia yang ikut misi GSF ke Palestina

IMG_8661.jpeg
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)

Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi), Meutya Hafid, juga mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.

Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput misi kemanusiaan internasional.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/05/2026).

Meutya menegaskan, jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Karena itu, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis masih belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.

2. Dukung penuh langkah diplomatik Kemlu

IMG_0247.jpeg
Menlu Sugiono hadiri FMM BRICS di New Delhi, India. (Dok. Kemlu RI)

Meutya menyatakan, pihaknya mendukung langkah diplomatik Kemlu untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” imbuh Meutya.

Kemlu RI sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” ujar Meutya.

3. Daftar nama WNI yang Ikut kapal kemanusiaan GSF ke Palestina

ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Monirul Islam)
ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Monirul Islam)

Sebelumnya, kapal misi kemanusiaan GSF dikabarkan dicegat oleh tentara Israel. Upaya intersepsi hingga diduga terjadi penculikan ini terjadi di laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur. Dalam rombongan tersebut, di antaranya terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI). Mereka merupakan jurnalis hingga relawan.

Perwakilan delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan GSF, Herman Budiyanto, mengatakan ada sekitar 54 kapal yang diberangkatkan dari Albatros Marina. Kapal itu menampung relawan dari berbagai negara.

"Ya kalau pemberangkatan dari Albatros itu hari Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi kita berangkat di sana ada 54 kapal ya, kemudian kita bergerak dan sampai sekarang kita posisi ada di Mediterani," kata dia dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.

Herman mengatakan, rombongan kapal GSF sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. Kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran. Namun saat ini, kapal dan drone tersebut sudah tidak terlihat.

"Ya alhamdulillah kita dari semalam sudah, sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati, mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman.

"Alhamdulillah tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," sambungnya.

Adapun WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda. Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Adapun lima WNI yang jadi korban intersepsi militer Israel yakni Bambang Noroyono atau Abeng; Thoudy Badai; Andre Prasetyo Nugroho; Rahendro Herubowo; dan Andi Angga.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More