Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan membantah tudingan ikut menjadi beking dari impor 105 ribu mobil pikap 4X4 dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih. Dugaan itu muncul lantaran pada 2025 lalu Kemhan menerima hibah empat mobil Mahindra Scorpio buatan perusahaan Mahindra and Mahindra Ltd. Kendaraan itu dihibahkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara ke Kemhan.
M&M adalah perusahaan manufaktur otomotif multinasional asal India. Perusahaan itu pula yang juga memproduksi 105 ribu unit mobil pikap yang dipesan untuk Koperasi Desa Merah Putih.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait mengakui pihaknya memang menerima empat mobil pikap Mahindra Scorpio dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Tetapi, empat unit mobil pikap itu digunakan untuk membantu penanganan bencana di Pulau Sumatra. TNI maupun Kemhan membantah ikut terlibat dalam pembelian ratusan ribu mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih.
“Jadi tidak benar, bahwa itu bagian daripada Kemhan mempermudah dan sebagainya. Itu tidak ada," ujar Rico di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) malam.
Ia mengatakan, empat mobil yang dihibahkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sudah didistribusikan ke satuan TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat.
“Kemarin sampai sekarang sudah digunakan oleh tentara yang terlibat dalam distribusi logistik, bantuan obat-obatan dan untuk pergerakan manusia, perorangan," tutur dia.
