Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan selain tes tulis mental ideologi, TNI ikut terlibat dalam proses pemeriksaan kesehatan calon manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Tes kesehatan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, baik milik TNI, kepolisian maupun pemerintah.
"Jumlah fasilitas rumah sakit yang digunakan mencapai puluhan dan berlokasi di seluruh Indonesia," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek, Jumat (22/5/2026).
Pemeriksaan kesehatan berlangsung pada 21 hingga 31 Mei 2026. Namun, pemeriksaan kesehatan tidak dapat dilakukan ketika libur Idul Adha. Sebelumnya, pada Rabu, 20 Mei 2026, sebanyak 101.158 anak muda mengikuti tes tertulis mental ideologi untuk menjadi manajer. Tes tersebut dilakukan secara serentak di 40 titik di seluruh Indonesia.
Rico terlihat mendampingi Sekretaris Jenderal Kemhan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo pada Rabu ketika melakukan tes tulis mental ideologi di Gelora Bung Tomo, Jawa Timur. Pelaksanaan tes di Jatim dipusatkan di Kodam V/Brawijaya. Jenderal bintang satu itu mengatakan di Surabaya, pemeriksaan kesehatan dilakukan di dua rumah sakit.
"Pertama, di rumah sakit utama Rumkit tingkat III Brawijaya, Surabaya dengan kapasitas 700 peserta per hari. Kedua, di RS Pusat Angkatan Laut (RSPAL) tingkat I dr. Ramelan Surabaya dengan kapasitas 550 peserta per hari," tutur dia.
