Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepala BGN Klarifikasi Polemik Susu Formula usai Disorot IDAI
Kepala Badan Gizin Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan lembaganya tidak mendistribusikan susu formula massal dalam program Makan Bergizi Gratis 2026, melainkan menyesuaikan nutrisi berdasarkan hasil diagnosis di lapangan.
  • BGN tetap mengutamakan pemberian ASI dan hanya membuka opsi penggunaan formula lanjutan atau pertumbuhan bagi bayi jika ada rekomendasi medis yang jelas.
  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak wajib menyalurkan susu formula, namun dapat menggunakan produk lanjutan atau pertumbuhan bila wilayahnya memiliki kebutuhan sesuai rekomendasi medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan lembaganya tidak mendistribusikan susu formula secara massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026. Menurut dia, BGN hanya membuka opsi pemberian nutrisi sesuai kebutuhan berbasis hasil diagnosis di lapangan.

"Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita dibuka opsi untuk memberikan nutrisi sesuai kebutuhan berbasis hasil diagnosis di lapangan," kata Dadan saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis malam (21/5/2026).

1. Dibuka opsi lanjutan

Salah satu menu MBG Balita saat Ramadan. (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Dadan menjelaskan, untuk bayi juga dibuka opsi penggunaan formula lanjutan dan formula pertumbuhan jika dibutuhkan. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku secara umum dan hanya dapat diterapkan berdasarkan rekomendasi medis.

"Untuk bayi dibuka opsi formula lanjutan dan pertumbuhan jika dibutuhkan," katanya.

2. BGN tetap utamakan ASI

Dokumen foto bayi 7 hari saat dirawat di rumah sakit. (IDN Times/Istimewa)

Dadan menegaskan BGN tidak membuka opsi susu formula bayi karena ingin mengutamakan pemberian Air Susu Ibu (ASI). Ia juga meminta agar perbedaan antara formula bayi, formula lanjutan, dan formula pertumbuhan dicermati.

"BGN tidak membuka opsi susu formula bayi karena ingin mengutamakan ASI. Mohon dicermati, formula bayi, formula lanjutan, formula pertumbuhan," ujarnya.

3. SPPG hanya diberi opsi lanjutan

SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Dadan, BGN tidak mendistribusikan formula lanjutan maupun formula pertumbuhan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya diberi opsi menggunakan kedua jenis produk tersebut, jika di wilayahnya terdapat kebutuhan berdasarkan rekomendasi medis Penyediaan dan Distribusi Susu.

"BGN tidak mendistribusikan formula lanjutan dan atau pertumbuhan, hanya membuka opsi bagi SPPG jika di wilayahnya berbasis hasil rekomemdasi medis dibutuhkan kedua jenis susu formula tersebut," ujar Dadan.

Editorial Team