Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Susan Herawati, menyebutkan bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini tak bisa lepas dari buruknya tata kelola ruang yang ada di darat maupun wilayah pesisir.
Kondisi bencana yang terjadi adalah seperti banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah yaitu Demak, Kendal, Jepara, Pati, Kudus, Batang, Pemalang, dan Pekalongan.
“Sangat jelas bahwa bencana ini bukan sekadar bencana hidrometeorologi, akan tetapi ini adalah bencana ekologi yang disebabkan salah satunya oleh buruknya tata kelola ruang. Banjir bandang yang bahkan terjadi di daratan utama wilayah Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat juga berdampak hingga ke sosial, ekologi, dan ekonomi wilayah pesisir dan laut di areal provinsi tersebut,” kata dia, Senin (19/1/2026).
"Bahkan tumpukan gelondongan kayu yang terseret oleh air yang diduga hasil penebangan di areal konsesi-konsesi tersebut, telah berada di wilayah pesisir Sumatra Barat dan Aceh. Akan tetapi tidak ada tindak lanjut yang jelas terhadap pelaku yang diduga memiliki peran besar dan berkontribusi terhadap masifnya tumpukan kayu tersebut," sambungnya.
