Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KNKT: Argo Bromo Anggrek Terima Sinyal Hijau Usai KRL Tabrak Green SM
Proses evakuasi gerbong CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)
  • KNKT mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapat sinyal hijau meski sebelumnya KRL Commuter Line tertemper taksi di pelintasan sebidang Bekasi Timur.
  • Dalam rapat dengan Komisi V DPR, KNKT menegaskan sinyal kereta berwarna hijau saat kecelakaan, namun belum memaparkan analisis atau kesimpulan penyebab insiden tersebut.
  • Kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menewaskan 16 orang dan melukai 90 lainnya; Presiden Prabowo memerintahkan investigasi menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta yang tabrakan di Bekasi Timur. Satu kereta namanya KRL, satu lagi Argo Bromo Anggrek. Katanya sinyal lampu buat kereta itu malah hijau, padahal di depan ada yang tabrakan duluan. Banyak orang luka dan ada yang meninggal. Sekarang bapak presiden Prabowo bilang pemerintah mau cari tahu kenapa bisa begitu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapatkan sinyal hijau, meski sebelumnya KRL Commuter Line sempat tertemper mobil taksi hijau di pelintasan sebidang Bekasi Timur.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan, tabrakan antara KRL dengan taksi hijau di pelintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir terjadi pada pukul 20.48.29 WIB. Namun, beberapa menit setelahnya, tepatnya pukul 20.50.43 WIB, KA Argo Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar beraspek hijau.

Hal ini disampaikan KNKT dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI terkait tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

“KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau,” ujar Soerjanto.

Dalam rapat itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan kondisi sinyal tersebut.

“Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus.

Soerjanto menjawab bahwa sinyal KA Argo Bromo Anggrek saat itu memang menunjukkan warna hijau. “Sinyalnya hijau Pak,” jawab dia.

“Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle,” ujar Lasarus.

Namun, Soerjanto mengatakan KNKT belum mau mengungkap analisis maupun kesimpulan penyebab kecelakaan dalam paparan tersebut.

Diketahui, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, Senin (27/4/2026). Peristiwa itu terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Sebanyak 16 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.

Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget dan mengungkapkan keprihatinan atas tragedi kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi insiden tabrakan yang menelan tujuh orang meninggal dunia.

"Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera adakan investigasi kejadiannya bagaimana," ucap Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Editorial Team