Resmi Berganti Nama, Ini Catatan Kecelakaan Argo Bromo Anggrek

- PT KAI resmi mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026 sebagai bentuk penyederhanaan tanpa menghapus nilai sejarahnya.
- KA Argo Bromo Anggrek memiliki catatan kecelakaan besar, termasuk di Petarukan tahun 2010 yang menewaskan sekitar 36 orang dan beberapa insiden di Weleri pada 2015 serta 2021.
- Tahun 2026 mencatat dua kecelakaan fatal, yaitu tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang dan insiden di Grobogan yang menewaskan lima jemaah haji.
Jakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun Instagram resminya mengumumkan perubahan nama Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek. Perubahan ini mulai berlaku pada 9 Mei 2026.
“Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru, menjadi KA Anggrek,” tulis KAI dalam unggahannya, Selasa (5/5/2026).
KAI menjelaskan perubahan nama ini merupakan penyederhanaan dari nama sebelumnya, tanpa meninggalkan sejarah.
“Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia,” sebut KAI.
Sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek menjadi sorotan publik, karena insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, yang menewaskan 16 orang dan melukai 91 orang lainnya, serta kecelakaan di Kabupaten Grobogan yang menewaskan lima jemaah haji.
Sejumlah kecelakaan tersebut menambah daftar insiden yang pernah melibatkan kereta jarak jauh ini. Berikut rentetan kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang pernah terjadi.
1. Kecelakaan di Petarukan, Pemalang (2010)

Sebelum insiden di Bekasi Timur, kecelakaan serupa pernah terjadi di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, pada 2010. Saat itu, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama.
Peristiwa tersebut terjadi saat dini hari, ketika KA Senja Utama sedang berhenti di jalur 3 Stasiun Petarukan. Sementara, KA Argo Bromo Anggrek seharusnya melintas melalui jalur 2.
Akibat kecelakaan tersebut, kurang lebih 36 orang dilaporkan meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
2. Tabrakan dengan pengendara di Weleri (2015 dan 2021)

KA Argo Bromo Anggrek juga tercatat dua kali terlibat kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Weleri, Kabupaten Kendal.
Pada 2015, kereta ini menabrak sebuah dump truk bermuatan sirtu yang melintas di perlintasan sebidang. Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk dilaporkan meninggal dunia di lokasi.
Insiden serupa kembali terjadi pada 2021. Kali ini, KA Argo Bromo Anggrek menabrak dua remaja yang melintas di perlintasan sebidang, yang kemudian mengakibatkan salah satu pengendara meninggal dunia.
3. Insiden KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur (2026)

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek kembali terjadi pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur. Dalam insiden tersebut, kereta dilaporkan menabrak bagian belakang KRL yang berada di jalur yang sama.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah KRL Commuter Line menabrak taksi di pelintasan sebidang. Akibat benturan tersebut, perjalanan KRL terganggu dan rangkaian kereta berhenti lebih lama di jalur.
Dalam situasi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama kemudian menabrak bagian belakang KRL. Peristiwa ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
4. Tabrakan dengan mobil di Grobogan (2026)

Masih di tahun yang sama, tepatnya pada Jumat, 1 Mei 2026, kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek kembali terjadi.
Insiden kali ini berlangsung di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ketika kereta menabrak kendaraan rombongan haji yang melintas di pelintasan sebidang.
Akibat kecelakaan tersebut, lima orang yang berada di dalam kendaraan dilaporkan meninggal dunia.


















