Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan sedang menelusuri adanya laporan adanya dugaan masyarakat sipil mengalami ancaman teror, karena tergabung dalam lingkaran kelompok pendukung perjuangan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Mereka yang diteror berasal dari berbagai lembaga masyarakat sipil yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD). Ancaman digital itu sudah dilaporkan ke Komnas HAM. Total hingga saat ini ada 12 orang pelapor.
"Memang kami mendapatkan laporan ada indikasi ancaman kepada setidak-tidaknya 12 orang. Saat ini sedang kami asesmen," kata Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian, dalam keterangannya kepada jurnalis di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
