Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lintas agama.jpg
Kota Bogor gelar Puncak Bhakti Lintas Agama yang menjadi simbol kuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat, Senin (12/1/2026). Humas Pemkot Bogor

Intinya sih...

  • Kegiatan Bhakti Lintas Agama di Kota Bogor menjadi simbol persatuan dan toleransi

  • Acara diisi dengan kegiatan sosial, doa lintas agama, dan ceramah kebangsaan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Kota Bogor menyelenggarakan Puncak Bhakti Lintas Agama yang menjadi simbol kuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat kota hujan.

Puncak Bhakti Lintas Agama merupakan hasil kolaborasi lintas elemen, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum. Ketua Pelaksana Bhakti Lintas Agama, Dede Supriatna, mengatakan, kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan.

“Kegiatan Bhakti Lintas Agama ini sebagai simbol persatuan dan kesatuan, toleransi, dan solidaritas di tengah masyarakat,” ujar Dede di MAN 1 Kota Bogor, Senin (12/1/2026).

Menurut dia, perbedaan keyakinan justru menjadi warna yang memperkaya kehidupan sosial, bukan penghalang untuk saling membantu.

1. Diisi kegiatan sosial hingga doa lintas agama

Kota Bogor gelar Puncak Bhakti Lintas Agama yang menjadi simbol kuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat, Senin (12/1/2026). Humas Pemkot.

Dede mengatakan, acara ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, cek kesehatan gratis, bazaar UMKM, doa lintas agama, hingga ceramah kebangsaan. Bhakti Lintas Agama, kata dia, adalah wujud nyata menjaga nilai kebhinekaan.

“Perbedaan bukanlah satu halangan untuk bisa saling tolong menolong. Bhakti lintas agama adalah simbol persatuan dan kebersamaan,” kata dia.

2. Wali Kota Bogor tekankan pentingnya kekompakan

Wali Kota Bogor Dedie Rachim (keempat dari kanan) hadir pada acara Puncak Bhakti Lintas Agama yang menjadi simbol kuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat, Senin (12/1/2026). Humas Pemkot Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, persatuan dan kesatuan sebagai modal utama pembangunan daerah. Dia menilai, kegiatan ini sebagai contoh positif bagi generasi muda.

“Ini modalitas kita ke depan. Selama kompak, insyaallah semua bisa diatasi dan dicari solusinya,” kata Dedie.

Dia juga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari identitas Kota Bogor.

“Inilah DNA Kota Bogor, menjalin persahabatan dan persatuan,” kata dia.

3. Merah putih jati diri bangsa

Pentolan JI, Abu Rusydan mencium bendera merah putih setelah ikrar setia pada NKRI. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

Puncak Bhakti Lintas Agama ditutup dengan ceramah kebangsaan oleh ulama Luthfi bin Yahya. Dalam tausiyah-nya, dia menekankan makna mendalam dari bendera Merah Putih.

“Ada tiga makna di balik Merah Putih, yakni kedaulatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa Indonesia,” ujar Luthfi.

Dia mengatakan, menjaga persatuan merupakan tanggung jawab setiap individu.

“Setiap individu punya tanggung jawab terhadap tanah airnya. Kalau sudah punya sifat itu, maka akan melindungi dan menghargai semuanya,” ucap dia.

Editorial Team