Serang, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat membuat perputaran uang di daerah. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang hal itu belum terjadi.
"Hasil kajian kami menunjukkan bahwa uang yang kembali ke daerah itu jumlahnya sangat minim di bawah 5 persen," ujar Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, Rabu (20/5/2026).
KPK Sorot Perputaran Uang dari MBG Belum Maksimal, Di Bawah 5 Persen

1. Mayoritas perputaran uang di kota besar
Aminudin mengatakan, mayoritas perputaran uang justru masih terjadi di kota-kota besar. Sebab, sebagian besar pemasoknya masih didominasi oleh mereka yang ada di kota-kota besar.
"Jadi dampaknya ke masyarakat sekitar ya mereka hanya bagian makan saja satu ompreng per orang per hari tapi dampak ekonomi yang lainnya enggak ada pun kalau ada sangat kecil
sekali," ujarnya.
2. Prabowo sebut ada perputaran uang yang besar di desa karena MBG dan KDMP
Sebelumnya, Prabowo mengatakan program MBG dan Koperasi Merah Putih jangan dilihat dampaknya dalam waktu dekat. Menurut dia, efek dua program andalannya baru bisa dirasakan beberapa tahun ke depan.
"Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang 3 ribu kali Rp15 ribu, Rp45 ribu kali 3 ribu. Saya ulangi, Rp15 ribu kali 3 ribu, ada yang lebih ada yang sedikit berkurang dan sebagainya. 3 ribu kali 15 ribu, Rp45 juta tiap hari. Tiap hari dan di situ ada 5 hari seminggu kali 4, 20. 20 hari kali Rp45 juta ya, Rp45 juta kali 20 berarti Rp900 juta tiap bulan kali 12. 12 kali Rp900 juta (=) Rp10 miliar. Ya, Rp10,8 miliar beredar di desa itu," kata dia.
3. Prabowo akui MBG masih bermasalah
Meski demikian, Prabowo mengakui masih ada banyak masalah pada program MBG. Prabowo bertekad untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Bahwa banyak masalah (MBG), iya. Bahwa banyak tantangan, benar. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan. Manusia Indonesia, ya, kita mengertilah, ya, penyakit kita, harus kita berani hadapi! Harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat, berurusan dengan uang dia lupa," kata dia.