Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KRI Prabu Siliwangi-321 Bakal Perkuat Satuan Koarmada II Surabaya
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Tunggul. (Tangkapan layar YouTube Angkatan Laut)
  • TNI AL memperkuat armada dengan menghadirkan kapal perang baru KRI Prabu Siliwangi-321 yang akan bergabung di Satuan Kapal Eskorta Koarmada II Surabaya.
  • Kapal ini telah tiba di Indonesia, bersandar di Dermaga Panjang Lampung untuk persiapan penyambutan resmi di Jakarta pada 26 Maret 2026.
  • KRI Prabu Siliwangi-321 buatan galangan Fincantieri Italia dilengkapi sistem persenjataan modern dan siap memperkuat pertahanan maritim nasional bersama KRI Brawijaya-320.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – TNI Angkatan Laut (AL) terus memperkuat jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menghadirkan kapal perang terbaru, KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal tersebut direncanakan akan berada di bawah komando Satuan Kapal Eskorta Koarmada II yang bermarkas di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Tunggul, menyampaikan, kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan bagian dari upaya modernisasi kekuatan laut Indonesia. Kehadiran KRI ini akan memperkuat jajaran Komando Armada Republik Indonesia.

“Rencananya KRI Prabu Siliwangi - 321 akan menempati di bawah Satuan Kapal Eskorta Koarmada II Surabaya,” ujar Tunggul dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

1. KRI Prabu Siliwangi akan disambut di Jakarta 26 Maret

KRI Prabu Siliwangi-321 (dok. Dinas Penerangan TNI AL)

Tunggul mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 telah tiba di Tanah Air, saat ini masih bersandar di Dermaga Panjang, Lampung untuk bekal ulang pelayaran.

Ia menyampaikan, KRI Prabu Siliwangi secara resmi akan disambut di Jakarta pada Sabtu (26/3/2026).

"KRI Prabu Siliwangi-321 telah tiba di Tanah Air, saat ini sedang bersandar di Dermaga Panjang, Lampung untuk bekal ulang pelayaran dan persiapan acara penyambutan di Jakarta tanggal 26 Maret 2026," kata dia.

2. KRI Prabu Siliwangi tiba di tanah air

KRI Prabu Siliwangi-321 (dok. Dinas Penerangan TNI AL)

KRI Prabu Siliwangi-321 sudah memasuki perairan Indonesia, yaitu di Selat Sunda sebagai bagian akhir dari rangkaian pelayaran Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26.

Kehadiran kapal disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I dengan passing exercise (passex), suatu manuver laut yang menunjukkan profesionalisme serta kesiapsiagaan unsur TNI Angkatan Laut (AL).

Pelaksanaan passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan operasional antar kapal perang dalam menjaga kedaulatan yurisdiksi Indonesia.

3. Dilengkapi persenjataan yang tangguh

KRI Prabu Siliwangi-321 (dok. Dinas Penerangan TNI AL)

Setelah menuntaskan berbagai uji coba, kapal perang pesanan TNI AL Prabu Siliwangi-321 bertolak dari Dermaga Base Navalle Della Spezia, Italia pada Rabu kemarin menuju ke Indonesia. Kapal perang itu dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia dan Vatikan, Junirmart Girsang dan Komandan Satuan Tugas, Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji. Sementara, kapal perang itu menuju ke Indonesia berada di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.

"Momentum itu bukan saja pelayaran menuju ke Tanah Air melainkan langkah besar dalam penguatan postur pertahanan maritim nasional," ujar Kurniawan dalam keterangan resmi pada Kamis (12/2/2026).

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan satu dari dua kapal pesanan Kementerian Pertahanan ke galangan kapal Italia, Fincantieri. Satu kapal perang lainnya yakni KRI Brawijaya-320 telah tiba di perairan Indonesia pada 8 September 2025.

Kapal tersebut diproyeksikan menjadi unsur strategis dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional di wilayah perairan Indonesia. "KRI Prabu Siliwangi-321 hadir dengan kesiapan personel yang tangguh dan sistem persenjataan yang telah melalui serangkaian pengujian yang ketat," tutur dia.

Editorial Team