Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KRL Rangkasbitung Dilempari Batu di Dua Lokasi, KAI Investigasi
Aksi pelemparan batu terhadap rangkaian KRL Green Line terjadi di sekitar Stasiun Tigaraksa pada Minggu malam (24/5). (Instagram.com/tangsel.kalcer)
  • Dua rangkaian KRL Rangkasbitung dilempari batu di lintas Daru–Tigaraksa dan Kebayoran–Palmerah, menyebabkan kaca pintu serta jendela pecah pada Minggu malam.
  • Petugas keamanan langsung menyisir lokasi kejadian namun tidak menemukan pelaku, kemudian memberikan edukasi anti-vandalisme kepada warga sekitar.
  • KAI Commuter mengganti kaca yang rusak untuk menjaga keselamatan penumpang dan mengingatkan bahwa vandalisme bisa dijerat pidana hingga 15 tahun penjara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
24 Mei 2025

Dua kali aksi pelemparan batu terjadi terhadap KRL Commuter Line Rangkasbitung di lintas Daru–Tigaraksa sekitar pukul 19.20 WIB dan di lintas Kebayoran–Palmerah sekitar pukul 19.44 WIB, menyebabkan kaca pintu dan jendela pecah.

25 Mei 2026

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan keterangan resmi bahwa KAI menyayangkan tindakan vandalisme tersebut dan memastikan penggantian kaca rusak dilakukan di Stasiun Parung Panjang serta petugas telah melakukan penyisiran lokasi tanpa menemukan pelaku.

kini

KAI Commuter terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan vandalisme dan menegaskan pentingnya menjaga keselamatan perjalanan kereta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dua rangkaian KRL Commuter Line rute Rangkasbitung mengalami pelemparan batu yang menyebabkan kerusakan kaca pada pintu dan jendela di dua lokasi berbeda.
  • Who?
    Kejadian menimpa KRL Commuter Line Nomor 1762 dan 1783; pelaku pelemparan masih belum diketahui, sementara KAI Commuter melalui Karina Amanda menyampaikan keterangan resmi.
  • Where?
    Pelemparan terjadi di lintas Daru–Tigaraksa dekat Stasiun Tigaraksa serta di lintas Kebayoran–Palmerah, wilayah operasional KRL Green Line.
  • When?
    Insiden berlangsung pada Minggu malam, 24 Mei 2025 sekitar pukul 19.20 WIB dan 19.44 WIB; keterangan resmi disampaikan Senin, 25 Mei 2026.
  • Why?
    Motif pelemparan batu terhadap rangkaian kereta masih belum diketahui hingga saat ini; tindakan tersebut dikategorikan sebagai vandalisme yang dilarang undang-undang.
  • How?
    Batu dilempar oleh orang tak dikenal ke arah kereta yang sedang melintas; petugas segera menyisir lokasi namun tidak menemukan pelaku dan melakukan edukasi antivandalisme kepada warga sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jahat lempar batu ke kereta KRL Rangkasbitung dua kali malam hari. Kacanya jadi pecah dan retak di pintu dan jendela. Petugas datang cari siapa yang lempar tapi tidak ketemu orangnya. Sekarang KAI ganti kaca yang rusak supaya penumpang aman, dan minta semua orang jangan lempar batu lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun terjadi aksi pelemparan batu terhadap KRL Rangkasbitung, respons cepat KAI Commuter menunjukkan komitmen kuat terhadap keselamatan dan pelayanan penumpang. Petugas segera menyisir lokasi, mengamankan jalur, serta mengganti kaca yang rusak di stasiun terdekat. Selain itu, langkah edukasi antivandalisme kepada warga mencerminkan upaya preventif yang konstruktif dan berorientasi pada keselamatan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Sebuah video yang memperlihatkan aksi pelemparan batu terhadap KRL Green Line di sekitar Stasiun Tigaraksa dan lintas Kebayoran–Palmerah viral di media sosial.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan, KAI Commuter sangat menyayangkan terjadinya tindak vandalisme berupa pelemparan terhadap rangkaian Commuter Line Rangkasbitung yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab pada Minggu (24/5/2025) malam.

"Terjadi dua kali aksi pelemparan pada Commuter Line Rangkasbitung yang menyebabkan kaca pecah pada bagian pintu dan jendela," ujar Karina dalam keterangan, Senin (25/5/2026).

1. Pelemparan batu di dua stasiun

Aksi pelemparan batu terhadap rangkaian KRL Green Line terjadi di sekitar Stasiun Tigaraksa pada Minggu malam (24/5). (Instagram.com/tangsel.kalcer)

Karina mengatakan, kejadian pertama menimpa Commuter Line Rangkasbitung Nomor 1762 tujuan Stasiun Tigaraksa di lintas Daru–Tigaraksa sekitar pukul 19.20 WIB. Kejadian ini menyebabkan satu kaca jendela dan satu kaca pintu penumpang retak.

Sedangkan, kejadian kedua terjadi pada Commuter Line Rangkasbitung Nomor 1783 tujuan Stasiun Tanah Abang di lintas Kebayoran–Palmerah sekitar pukul 19.44 WIB, yang mengakibatkan dua kaca pecah di bagian pintu dan jendela.

2. Petugas tidak menemukan pelaku

Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Karina mengatakan, petugas pengamanan Stasiun Tenjo dan Stasiun Kebayoran usai menerima laporan tersebut segera menuju lokasi pelemparan untuk menyisir area kejadian dan mencari informasi pelaku pelemparan sekaligus mengamankan jalur KA.

"Namun, petugas tidak menemukan pelaku pelemparan ataupun orang yang mencurigakan di sekitar lokasi. Selanjutnya, petugas terkait memberikan edukasi antivandalisme kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi pelemparan," kata dia.

3. KAI jamin keselamatan penumpang

Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Dia mengatakan, untuk menjamin keselamatan pengguna dari serpihan pecahan kaca jendela dan pintu tersebut, KAI Commuter melakukan penggantian kaca yang rusak di Stasiun Parung Panjang oleh petugas perawatan sarana KRL.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian secara tegas melarang tindakan vandalisme yang menyebabkan rusaknya prasarana dan sarana perkeretaapian. Pelaku dapat diancam pidana penjara paling lama 15 tahun sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII tentang kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang.

"KAI Commuter berharap juga atas peran aktif dari pemerintah setempat, pemuka masyarakat, dan orangtua untuk selalu mengedukasi warga serta anak-anak agar bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta dengan tidak melakukan tindakan vandalisme seperti pelemparan ini," kata dia.

Editorial Team

Related Article