Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Usul ASEAN-India Pantau Cadangan Pangan Bersama

Indonesia Usul ASEAN-India Pantau Cadangan Pangan Bersama
Indonesia usulkan perkuat cadangan pangan dalam ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) dengan India. (Dok. Kemlu RI).
Intinya Sih
  • Indonesia mengusulkan pembentukan platform bersama ASEAN-India untuk memantau cadangan pangan dan energi guna memperkuat ketahanan kawasan menghadapi perubahan iklim serta dinamika geopolitik.
  • Sugiono mendorong kerja sama konkret di bidang maritim, termasuk keselamatan pelayaran, pelatihan penjaga pantai, pengembangan pelabuhan tangguh, dan peningkatan konektivitas di Samudra Hindia.
  • Indonesia mendukung percepatan peninjauan AITIGA serta penguatan kolaborasi kesehatan melalui ASEAN-India Health Resilience Track demi memperkuat perdagangan dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong ASEAN dan India memperkuat kerja sama dalam membangun ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan maritim sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan Sugiono dalam ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) dengan India di Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sugiono, berbagai perkembangan geopolitik di luar kawasan memberikan dampak langsung terhadap negara-negara ASEAN sehingga diperlukan kerja sama yang lebih konkret dengan India.

Ia menilai momentum ASEAN-India Year of Maritime Cooperation harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan kawasan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perkembangan geopolitik di luar kawasan belakangan ini mengingatkan kita bahwa Tahun Kerja Sama Maritim ASEAN-India menjadi semakin relevan. Tahun ini kita harus menerjemahkan komitmen memperkuat ketahanan maritim ke dalam kerja sama yang nyata,” kata Sugiono.

1. RI usul platform bersama pantau cadangan pangan dan energi

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan platform bersama ASEAN dan India untuk memantau kondisi cadangan pangan serta energi secara nyata. Menurut Sugiono, mekanisme tersebut dapat membantu meningkatkan prediktabilitas, ketersediaan, dan keterjangkauan pasokan pangan maupun energi di kawasan.

Ia mengatakan ketahanan tidak hanya harus dibangun di sektor maritim, tetapi juga pada sektor pangan dan energi yang semakin rentan terhadap perubahan iklim maupun gejolak geopolitik.

“Kita juga harus memperkuat cadangan pangan dan energi agar mampu menghadapi guncangan akibat perubahan iklim maupun dinamika geopolitik. Karena itu, penting membangun platform bersama ASEAN dan India untuk memantau cadangan pangan dan energi secara real time,” ujarnya.

2. Dorong kerja sama maritim hingga kesehatan

Sugiono mengatakan penguatan ketahanan maritim perlu diwujudkan melalui kerja sama yang lebih praktis. Kerja sama tersebut mencakup bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, keselamatan pelayaran, pelatihan penjaga pantai, hingga pengembangan pelabuhan yang tangguh.

Selain itu, Indonesia mendorong peningkatan konektivitas di Samudra Hindia melalui kerja sama pelabuhan, operasi pencarian dan penyelamatan bersama, serta pengembangan ekonomi biru.

Sugiono menyebut kawasan seperti Sabang yang berada kurang dari 200 kilometer dari Kepulauan Andaman memiliki peluang besar untuk memperkuat pariwisata kapal pesiar dan konektivitas antarmasyarakat.

“Ketika kita mengamankan perairan dan menghubungkan pesisir kita, maka kita membuka peluang pertumbuhan bagi masyarakat kita,” katanya.

3. Indonesia dukung percepatan AITIGA

Di sektor ekonomi, Indonesia menyatakan dukungan terhadap percepatan penyelesaian peninjauan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Menurut Sugiono, penyederhanaan aturan perdagangan akan memperkuat hubungan ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua kawasan.

Selain perdagangan, Indonesia juga menilai penguatan kerja sama kesehatan melalui ASEAN-India Health Resilience Track penting untuk meningkatkan kolaborasi di bidang farmasi, vaksin, diagnostik, pelatihan tenaga kesehatan, dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

“Aturan yang lebih sederhana akan memperkuat perdagangan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kita. Mari kita pastikan Rencana Aksi ASEAN-India 2026-2030 mampu menghadirkan masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera bagi masyarakat kita,” ujar Sugiono.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More