Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) melakukan patroli udara menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di wilayah Manado, Kamis (7/5/2026)(Dok. Dinas Penerangan TNI AU)
Berdasarkan data United States Air Force, F-16 Fighting Falcon merupakan jet tempur ringan dengan kemampuan manuver tinggi. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum lebih dari Mach 2 atau sekitar 2.400 kilometer per jam.
F-16 juga memiliki radius tempur yang cukup jauh dan mampu menjalankan operasi dalam berbagai kondisi cuaca. Jet ini dirancang untuk dapat mendeteksi sasaran udara maupun darat dengan sistem radar modern.
Secara dimensi, F-16 memiliki panjang sekitar 15 meter dengan bentang sayap hampir 10 meter. Pesawat ini menggunakan satu mesin turbofan Pratt & Whitney atau General Electric, tergantung variannya.
F-16 TNI AU dibekali berbagai jenis persenjataan untuk misi udara ke udara maupun udara ke darat. Jet ini dapat membawa rudal AIM-9 Sidewinder, AIM-120 AMRAAM, bom berpemandu, hingga rudal AGM Maverick.
Selain itu, F-16 juga dilengkapi meriam internal M61A1 Vulcan kaliber 20 mm yang dapat digunakan dalam pertempuran jarak dekat atau dogfight. Sistem avionik pesawat ini disebut jauh lebih maju dibanding generasi sebelumnya karena memiliki kemampuan radar dan navigasi modern.
Indonesia pertama kali memperoleh F-16 melalui program Peace Bima Sena pada era 1980-an. Saat itu, Indonesia menerima 12 unit F-16A/B Block 15 OCU. Armada tersebut kemudian diperkuat lewat program hibah F-16C/D Block 25 dari Amerika Serikat.
Modernisasi juga terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tempur pesawat. Pada 2023, tujuh pesawat F-16 TNI AU berhasil menjalani peningkatan kemampuan atau upgrade oleh Skuadron Teknik 042 Lanud Iswahjudi.
Peningkatan itu dilakukan agar armada F-16 tetap relevan menghadapi perkembangan teknologi tempur modern. Dengan modernisasi avionik dan sistem persenjataan, F-16 diproyeksikan masih akan menjadi salah satu andalan pertahanan udara Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.