Tak Hanya Maung, Prabowo Juga Dikawal 5 Jet Tempur dan 3 Kapal ke KTT ASEAN

- TNI mengerahkan lima jet tempur F-16, tiga kapal perang, dan sejumlah alutsista lain di Sulawesi Utara untuk mendukung pengamanan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memantau langsung operasi gabungan TNI dari Lanud Sam Ratulangi, menegaskan kesiapsiagaan Indonesia sebagai kontribusi terhadap stabilitas kawasan ASEAN.
- Presiden Prabowo Subianto membawa kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad ke KTT ASEAN di Cebu, menjadi penampilan perdana Maung di luar negeri sebagai simbol kebanggaan nasional.
Jakarta, IDN Times - TNI mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Utara bersamaan dengan perhelatan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada pekan ini. Sejumlah alutsista yang dikerahkan antara lain lima pesawat jet tempur F16, Hercules hingga Airbus A400M.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan pengerahan alutsista merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI untuk menghadapi berbagai situasi yang dapat terjadi di kawasan Asia Tenggara.
"Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, dan respons cepat terhadap kondisi darurat," ujar Rico dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Selain alutsista unsur udara, ada pula kapal perang yang dikerahkan. Mulai dari KRI Brawijaya 320, KRI Prabu Siliwangi 321, dan KRI RE Martadinata 331. Jenderal bintang satu itu mengatakan seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Kami juga melakukan penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat," tutur dia.
1. Menhan Sjafrie ikut memantau langsung operasi gabungan TNI

Sementara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga turut memantau langsung operasi gabungan dari berbagai matra di posko gabungan yang berada di Lanud Sam Ratulangi, Manado. Lanud itu sering dijadikan tempat transit jet tempur F-16.
Sjafrie didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono dan Wakil Panglima TNI, Jenderal Budi Revita. Purnawirawan jenderal bintang empat itu terlihat mendapat penjelasan mengenai dislokasi kekuatan TNI di Manado dan Cebu, Filipina.
Rico mengatakan Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Maka kesiapsiagaan TNI dalam konteks tersebut merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis di ASEAN.
2. Operasi gabungan digelar bukan untuk merespons ancaman tertentu

Kendati, Rico membantah opersi gabungan digelar untuk merespons adanya potensi ancaman yang muncul saat KTT ASEAN.
"Operasi gabungan ini tidak dalam konteks adanya ancaman tertentu maupun situasi seperti yang terjadi di masa lalu," kata dia, kepada IDN Times.
Menurut Rico, fokusnya adalah kesiapan, profesionalisme, dan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN.
3. Prabowo bawa Maung untuk pertama kalinya ke KTT ASEAN

Tak hanya itu, ada juga hal berbeda dari Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu. Ia memboyong kendaraan Maung buatan PT Pindad ke sana.
"Maung, dari dalam negeri untuk Indonesia, hadir di panggung dunia," ujar Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya dalam keterangan yang diunggah akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Perwira menengah TNI Angkatan Darat (AD) itu mengatakan, untuk pertama kalinya, Maung berada di luar negeri. Dia menegaskan, Maung merupakan simbol kendaraan kebanggaan Indonesia.
"Untuk pertama kalinya, saat mendarat di luar negeri, Presiden Prabowo dijemput dengan mobil Maung, kendaraan kebanggaan bangsa Indonesia, hasil pengembangan industri pertahanan nasional," tutur dia.
Teddy menyebut Maung tidak hanya digunakan untuk menjemput Prabowo di Bandara Internasional Mactan-Cebu. Maung akan menemani Prabowo di semua kegiatan saat berada di Filipina.
"Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini," imbuhnya.
















