Comscore Tracker

Banyak Efek Samping, Ini Dampak Hukuman Kebiri Bagi Tubuh

Kebiri kimiawi dapat merusak organ tubuh

Jakarta, IDN Times - Undang-undang hukuman kebiri kimia di Indonesia mulai diberlakukan pertama kali kepada pemuda asal Mojokerto, Jawa Timur, Aris. Pria 20 tahun itu terbukti memperkosa sembilan anak dan dijatuhi hukuman kebiri kimia. Ia juga dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan.

Undang-undang ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak dan telah ditandatangani Presiden pada Mei 2016 dan disahkan DPR RI menjadi undang-undang pada Oktober 2016.

Baca Juga: Kata ICJR soal Hukum Kebiri Kimiawi pada Pencabul 9 Anak di Mojokerto

1. Hukuman kebiri kimia berakibat banyak efek samping

Banyak Efek Samping, Ini Dampak Hukuman Kebiri Bagi TubuhIDN Times/Arief Rahmat

Kebiri kimia dilakukan dengan cara memasukkan zat kimia anti-androgen, yang berguna untuk mengurangi produksi hormon testoteron yang berakibat mengurangi dorongan seksual seseorang. Namun, pemberian zat kebiri kimia ternyata dapat merusak banyak organ di dalam tubuh seseorang.

"Celakanya, bahan ini selain menurunkan kadar testoteron juga merusak jantung, pembuluh darah, merusak ginjal, merusak hati, merusak begitu banyak organ-organ tubuh," kata Dewan Pakar Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr M Nasser, Jakarta, Senin (26/8).

2. Berapa kali kebiri kimiawi akan disuntikkan?

Banyak Efek Samping, Ini Dampak Hukuman Kebiri Bagi Tubuh(Ilustrasi) unsplash.com/Hyttalo Souza

Pemberian zat kimiawi dalam hukuman kebiri belum jelas ketentuannya. Di antaranya adalah berapa lama kebiri kimia itu disuntikkan kepada pelaku yang divonis hukuman ini.

Kebiri kimia harusnya diberikan dalam jangka waktu tertentu, setidaknya mulai dari tiga hingga lima tahun secara periodik. Nasser mengatakan belum ada penjelasan detail berapa kali pelaku akan diberikan zat kebiri kimia.

"Kebiri kimia itu di dalam undang-undang itu tidak disebutkan, berapa lama kebiri kimia itu dilakukan," ujar Nasser saat ditemui IDN Times.

3. Efek kebiri kimia tidak permanen

Banyak Efek Samping, Ini Dampak Hukuman Kebiri Bagi Tubuh(Ilustrasi) deccanherald.com

Suntikan kimia ini memiliki sifat yang tidak permanen. Efeknya hanya muncul selama beberapa bulan, sehingga dilakukan secara periodik.

"Ini obat disuntik, harus dikasih terus, tapi kalau dikasih terus kita bisa membunuh orang," kata Nasser.

Dampak negatif tersebut lah yang membuat dokter mempertimbangkan menjadi eksekutor kebiri kimia. Karena dokter memiliki sumpah tidak melakukan sesuatu yang merusak kesehatan pasien, namun jika ada dampak negatif lainnya, dokter siap menangani.

Baca Juga: IDI Tolak Jadi Eksekutor Hukuman Kebiri Kimia Karena Alasan Ini

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Rochmanudin

Just For You