Comscore Tracker

Catat! Akan Ada 13 Gerhana Matahari Melintasi Indonesia di 2020-2100

Indonesia akan tiga kali dilewati Gerhana hibrid yang langka

Jakarta, IDN Times – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan bahwa sebanyak 13 gerhana matahari akan melintasi Indonesia sepanjang tahun 2020-2100.

Gerhana matahari sendiri terjadi saat posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup secara sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi. Terdapat empat jenis gerhana matahari yakni gerhana matahari total, parsial, cincin, dan hibrid.

1. Gerhana matahari yang akan terjadi hingga 2100

Catat! Akan Ada 13 Gerhana Matahari Melintasi Indonesia di 2020-2100Gerhana matahari terpantau di Kota Medan (IDN Times/Prayugo Utomo)

Berikut adalah jadwal gerhana matahari yang akan terjadi hingga 2100.

  1.  Gerhana matahari hibrid, 20 April 2023, dapat diamati secara jelas di wilayah Nusa Tenggara Timur serta Papua.
  2. Gerhana matahari cincin, 21 Mei 2023, akan melintasi wilayah Kalimantan, Sulawesi serta Maluku.
  3. Gerhana matahari total, 20 April 2042, akan melintasi wilayah Sumatera dan Kalimantan.
  4. Gerhana matahari cincin,  14 Oktober 2042, melintasi wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.
  5. Gerhana matahari hibrid, 25 November 2049, akan melintasi wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku.
  6. Gerhana matahari cincin, 22 September 2052, akan melintasi Nusa Tenggara Timur.
  7. Gerhana matahar cincin, 20 Maret 2052, melewati wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua.
  8. Gerhana matahari hibrid, 12 September 2053, melewati wilayah Sumatera.
  9. Gerhana matahari cincin, 5 November 2059, melewati wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
  10.  Gerhana matahari cincin, 26 Februari 2063, melintasi Sumatera.
  11. Gerhana matahari total, 24 Agustus 2082, lewat wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
  12. Gerhana matahari total, 22 Mei 2096, melintasi Kalimantan.
  13. Gerhana matahari cincin, 15 November 2096, lewati Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua.

Baca Juga: 6 Gerhana Sepanjang Tahun 2020, Catat Tanggalnya!

2. Bagaimana gerhana matahari dapat terjadi?

Catat! Akan Ada 13 Gerhana Matahari Melintasi Indonesia di 2020-2100Gerhana matahari cincin di Medan (IDN Times/Doni Hermawan)

Laman resmi LAPAN menyebutkan bahwa bulan berukuran sekitar 400 kali lebih kecil dari matahari, dan berjarak 400 kali lebih dekat ke bumi. Hal inilah yang menyebabkan matahari dan bulan tampak hampir sama besar bila diamati dari bumi.

"Selain itu, dalam peredaran bumi mengitari matahari dan peredaran bulan mengitari bumi, tidaklah dalam berbentuk lintasan sempurna, tetapi lebih elips, menyebabkan jaraknya dari bumi berubah dari waktu ke waktu, sehingga hal ini menyebabkan tampak menjadi berbagai bentuk gerhana," tulis LAPAN melalui situsnya.

3. Empat jenis gerhana matahari

Catat! Akan Ada 13 Gerhana Matahari Melintasi Indonesia di 2020-2100Gerhana Matahari Parsial di Makassar (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Gerhana matahari total adalah ketika bulan menutupi seluruh piringan matahari, maka dari itu biasanya korona matahari yang tidak terlihat akan dapat dilihat secara langsung. Gerhana matahari jenis ini terjadi di wilayah yang terlewati oleh bayangan umbra.

Selanjutnya adalah gerhana matahari cincin (annular), yang terjadi saat bulan berada tepat di tengah-tengah matahari dan bumi, namun ukuran tampak lebih kecil dibanding ukuran piringan matahari. Dalam kondisi ini matahari terlihat sebagai cincin terang dan mengelilingi bulan yang tampak seperti bundaran gelap

Gerhana matahari parsial terjadi pada saat bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara matahari dan bumi. Sehingga menutupi sebagian matahari.

Terakhir adalah jenis gerhana matahari hibrid yakni gerhana yang sebagian pengamat katakan dapat dilihat sebagai antara gerhana total dan sebagian dan yang lain sebagai gerhana cincin. Gerhana campuran seperti ini bisa dikatakan cukup langka.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Gerhana Bulan Penumbra yang Muncul 11 Januari 2020

Topic:

  • Lia Hutasoit
  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya