Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Bursa kerja online tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Bekasi. Pemprov Jabar berencana melanjutkannya di sejumlah kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi mengatakan kepala daerah dapat mengadopsi konsep bursa kerja tersebut untuk memperluas akses informasi lowongan bagi masyarakat di wilayah masing-masing. "Bupati dan wali kota segera adopsi ini, segera laksanakan, agar perusahaan terbuka dengan lowongan kerja, saya hanya mendorong saja," ujar KDM sebelumnya.
Menurutnya, informasi lowongan kerja dapat disebarkan melalui aplikasi Nyari Gawe sehingga pencari kerja tidak harus datang langsung ke lokasi perusahaan atau bursa kerja. Di Bekasi, misalnya, terdapat komitmen untuk menggelar bursa kerja secara live setiap Jumat. Dedi menyebut wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 9.000 industri dan perusahaan.
"Kemarin hanya 15 perusahaan dan 300 kesempatan kerja. Padahal industri dan perusahaannya mencapai sekitar 9.000. Kalau 9.000 mengumumkan bisa ada 30.000 lowongan kerja," tegasnya.
Dedi juga meminta kepala daerah dan kepolisian ikut mencegah praktik percaloan tenaga kerja. Sementara itu, keamanan investor dinilai perlu dijaga agar kegiatan investasi dapat terus berjalan dan membuka peluang kerja. (WEB)