Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Sentil Prabowo-Gibran soal Asap hingga Hak Dasar Warga Papua
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) membacakan evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Mahasiswa dari Komite Selamatkan Daulat Rakyat mengkritik dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dalam aksi di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada 20 Oktober 2026.

  • Koordinator BEM UI Hafidz Hernanda menyoroti kabut asap di Kalimantan, pemenuhan hak dasar masyarakat Papua, serta keadilan bagi warga Aceh pascabencana.

  • Aksi dilanjutkan ke Tugu Tani dengan isu ekonomi, korupsi, kebebasan berpendapat, kerusakan lingkungan, serta mahalnya pendidikan dan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah mahasiswa menyampaikan evaluasi, kritik, teguran, dan saran terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Who?
    Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), termasuk Koordinator BEM UI Hafidz Hernanda, menyampaikan pernyataan sikap kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Tugu Proklamasi, Jakarta. Aksi dijadwalkan berlanjut menuju Tugu Tani pada sore hari.
  • When?
    Selasa, 20 Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Aksi berlangsung pada siang hari dan dijadwalkan berlanjut pada sore hari.
  • Why?
    Mahasiswa menilai masih ada persoalan kabut asap di Kalimantan, pemenuhan hak dasar di Papua, keadilan pascabencana di Aceh, serta isu ekonomi, korupsi, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.
  • How?
    Hafidz membacakan pernyataan sikap dan evaluasi pemerintahan di hadapan massa aksi. Komite Sadar menggelar aksi dengan membawa tuntutan terkait sejumlah persoalan publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa berkumpul di Tugu Proklamasi Jakarta. Mereka mengkritik Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang sudah memimpin dua tahun. Hafidz dari BEM UI bicara tentang asap tebal di Kalimantan, hak dasar di Papua, dan keadilan untuk warga Aceh setelah bencana. Mereka juga menyorot ekonomi, korupsi, lingkungan, sekolah, dan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Momentum dua tahun pemerintahan dimanfaatkan mahasiswa untuk membawa suara dari Kalimantan, Papua, dan Aceh ke ruang publik. Melalui evaluasi, teguran, dan saran di Tugu Proklamasi, mereka menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan, hak dasar, serta keadilan pascabencana, sembari menegaskan pentingnya aspirasi masyarakat didengar pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah mahasiswa menyampaikan kritik terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan menyoroti persoalan yang masih dihadapi masyarakat di berbagai daerah, mulai dari kabut asap di Kalimantan hingga pemenuhan hak dasar masyarakat Papua.

Koordinator BEM UI, Hafidz Hernanda, menyampaikan kritik tersebut saat membacakan pernyataan sikap dan evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Dia juga menyinggung masyarakat Aceh yang dinilainya belum merasakan keadilan pascabencana.

"Untuk seluruh saudara-saudaraku yang ada di Indonesia, entah di Kalimantan, yang sekarang saudara-saudaraku yang mencoba sebisa mungkin untuk hidup di tebalnya asap. Untuk teman-temanku yang ada di Papua, yang sedang berjuang agar hak dasarnya dipenuhi. Untuk teman-temanku yang ada di Aceh, yang sampai saat ini masih belum merasakan keadilan pasca-bencana yang terjadi kepada mereka," ujar Hafidz.

Mahasiswa membacakan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang tepat berlangsung pada 20 Oktober 2026. Mahasiswa tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar).

Hafidz mengatakan, momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan evaluasi, teguran, dan saran kepada pemerintah.

"Hari ini, tepat 2 tahun rezim Prabowo Gibran. Kami berdiri di Tugu Proklamasi ingin menyampaikan berbagai bentuk evaluasi, berbagai bentuk teguran, berbagai bentuk saran, agar rezim ini paham dan mendengarkan apa sejatinya yang kita inginkan dan apa sejatinya yang harus selalu mereka lakukan," katanya.

Aksi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) yang melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dijadwalkan berlangsung di Tugu Proklamasi pada siang hari, kemudian berlanjut ke Tugu Tani pada sore hari.

Komite Sadar membawa sejumlah isu, di antaranya persoalan ekonomi, korupsi, kebebasan berpendapat, kerusakan lingkungan, serta mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article