Comscore Tracker

92 Tahun Berlalu, Ini Fakta Unik di Balik Momen Sumpah Pemuda  

Pada awalnya tak ada kata 'Sumpah Pemuda'

Jakarta, IDN Times - Hari ini 92 tahun lalu para pemuda berkumpul di Gedung Indonesisch Club yang berdiri di Jalan Kramat Raya No106, Kwitang, Jakarta. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti Kongres Pemuda II.

Kongres tersebut kemudian menjadi momen bersejarah. Sebab, dalam pertemuan tersebut, para pemuda berikrar untuk bersatu. Ikrar yang kemudian dikenal dengan nama 'Sumpah Pemuda'. 

1. Teks naskah Sumpah Pemuda

92 Tahun Berlalu, Ini Fakta Unik di Balik Momen Sumpah Pemuda  Dok. Istimewa/JJ Rizal

Berikut teks naskah Sumpah Pemuda:

1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Baca Juga: Kongres Pemuda II, Tempat Sumpah Pemuda Dikumandangkan Pertama Kali

2. Kongres Pemuda II digelar di gedung milik Sie Kong Liong

92 Tahun Berlalu, Ini Fakta Unik di Balik Momen Sumpah Pemuda  (Museum Sumpah Pemuda) ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Peristiwa Kongres Pemuda II digelar di Gedung Indonesisch Club pada 27-28 Oktober 1928. Gedung yang berdiri di Jalan Kramat Raya ini milik seorang Tionghoa bernama Sie Kong Liong. Kini gedung tersebut telah bersalin rupa menjadi Museum Sumpah Pemuda. 

3. Pada awalnya tak ada kata 'Sumpah Pemuda'

92 Tahun Berlalu, Ini Fakta Unik di Balik Momen Sumpah Pemuda  (Museum Sumpah Pemuda) ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Sebenarnya tidak ada kata 'Sumpah' dalam hasil Kongres Pemuda II. Sejarawan JJ Rizal pernah mengatakan kata “Sumpah Pemuda” diberikan bertahun-tahun kemudian setelah peristiwa Kongres Pemuda II.

“Kata sumpah ini ditempelkan belakangan setelah Indonesia merdeka. Kata sejatinya 'Putusan Kongres pemuda-pemuda Indonesia' diganti menjadi 'Sumpah Pemuda',” kata JJ Rizal kepada IDN Times pada Kamis (25/10/2018).

Kata 'Sumpah', JJ Rizal melanjutkan, ditambahkan sebagai pengingat bagi rakyat Indonesia, khususnya pemuda, atas ikrar mereka untuk bersatu sebagai sebuah bangsa.

Baca Juga: 10 Kisah Pemuda Inspiratif di Berbagai Pelosok Negeri, Bikin Semangat!

Topic:

  • Dwi Agustiar
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya