Comscore Tracker

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ini Isi Lengkap Pidato Mendikbud

Nadiem berharap lilin Pancasila selalu menyala di hati

Jakarta, IDN Times - Hari Kesaktian Pancasila diperingati hari ini, Kamis (1/10/2020). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim merilis pidato dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kemendikbud tersebut, Nadiem menyampaikan harapannya pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang ke-55 tahun. Dia berharap lilin Pancasila dapat terus menyala dalam diri tiap masyarakat Indonesia.

Video pidato Mas Menteri, begitu Nadiem akrab disapa, diunggah pada Rabu (30/9/2020).

1. Isi pidato lengkap Mendikbud Nadiem memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ini Isi Lengkap Pidato MendikbudMendikbud Nadiem Makarim (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Berikut isi pidato lengkap Mendikbud Nadiem Makarim memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020:

Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua
Om Swastiastu
Namo buddhaya
salam kebajikan
Rahayu

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, hari ini kita merayakan hari Kesaktian Pancasila. Di hari ini kita sebagai bangsa diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi diri.

Kita mengenal Pancasila sebagai falsafah negara kita. Ideologi bangsa kita. Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama.

Tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari? Apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak?

Di masa pandemi seperti sekarang mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda. Karena pandemi ini, kita secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis pembelajaran.

Tetapi di saat sulit seperti ini, sila-sila Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat kita.

Kalau kita melihat sekeliling kita dengan lebih peka, kita bisa melihat begitu banyak pahlawan Pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungannya masing-masing.

Lilin Pancasila terlihat menyala dalam pengorbanan tenaga medis yang mempertaruhkan nyawanya setiap hari untuk menyelamatkan pasien Covid.

Kita melihat ribuan mahasiswa yang sudah kesulitan dengan tantangan pembelajaran daring, menyalonkan dirinya sebagai sukarelawan dalam penanganan Covid.

Lilin Pancasila terlihat menyala di dalam kepemimpinan di masa krisis. Kita melihat pemimpin-pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta yang berani mengambil resiko dan bergerak cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat.

Kita melihat ribuan pemilik usaha kecil yang mengorbankan labanya agar karyawannya tidak perlu dilepas walaupun pelanggan lenyap.

Kita melihat pemimpin umat di tempat-tempat ibadah yang menggalangkan dana untuk membantu rakyat yang agamanya berbeda dari dirinya.

Kita melihat lilin Pancasila menyala saat seniman-seniman se-nusantara dalam kondisi ekonomi terpuruk masih menyelenggarakan pertunjukan seni secara daring untuk mengingatkan rakyat betapa indahnya kebhinekaan Indonesia.

Kita melihat lilin Pancasila dinyalakan oleh guru-guru yang mendatangi rumah pelajar di daerah-daerah terpencil agar mereka masih bisa belajar.

Kita melihat lilin Pancasila menyala saat orangtua yang setelah seharian mencari nafkah, masih sempat membaca dan bermain dengan anaknya yang kesepian di rumah.

Pada hari ini kita mengingat sejarah kita dan betapa besar pengorbanan nenek moyang kita untuk bangsa ini.

Dan kalau kita melihat dengan seksama, kita bisa menyadari bahwa Kesaktian Pancasila terus mendarah daging di generasi kita.

Di masa krisis seperti ini, lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di mana-mana.

Pandemi ini menantang negara kita dan menguji ketangguhan kita sebagai rakyat Indonesia.

Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia harus menyala di hati kita masing-masing. Dalam setiap perbuatan kecil dan besar yang bisa kita lakukan bagi sesama.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Om Santi Santi Santi om
Namo buddhaya

Baca Juga: Ini Pesan Mendikbud Nadiem Jelang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

2. Ajak masyarakat kibarkan bendera peringati G30S/PKI dan Hari Kesaktian Pancasila

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ini Isi Lengkap Pidato MendikbudMonumen Pancasila Sakti (IDN Times/Mela Hapsari)

Mendikbud meminta masyarakat untuk mengibarkan bendera merah-putih pada 30 September 2020 dan juga 1 Oktober 2020.

Pada peringatan mengenang peristiwa G30S/PKI dan hari Kesaktian Pancasila, pengibaran bendera menjadi salah satu cara penghormatan yang dipilih Indonesia. Bendera akan dinaikkan setengah tiang pada 30 September dan dinaikkan ke puncak tiang pada 1 Oktober.

Hal ini juga dilakukan di tahun 2020 ini. "Setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia pada tanggal 30 September 2020 agar mengibarkan bendera setengah tiang," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam Surat Edaran Mendikbud yang diunduh IDN Times dari laman resmi Kemendikbud pada Rabu (30/9/2020).

"Dan tanggal 1 Oktober 2020 pukul 06.00 waktu setempat, benderda berkibar satu tiang penuh," ujar Nadiem lagi.

3. Akan gelar upacara di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ini Isi Lengkap Pidato MendikbudDok. IDN Times

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan akan ada upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Melansir dari Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020 mengusung tema "Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila."

Upacara dijadwalkan akan berlangsung di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Kamis (1/10/2020). Upacara diagendakan akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB.

"Menteri, Pimpinan Lembaga Negara/Instansi Pusat beserta Pemimpin Tinggi Madya atau sederajat wajib mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti Jakarta secara virtual dari kantor masing-masing," demikian tertulis dalam Surat Edaran Mendikbud yang dapat diunduh dari laman resmi Kemendikbud.

Presiden Joko "Jokowi" Widodo disebut akan menjadi inspektur upacara.

Baca Juga: Biografi DI Panjaitan, Pahlawan Revolusi yang Gugur di Lubang Buaya

Topic:

  • Margith Juita Damanik
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya