9 Tahun Berdiri, Ini Kasus yang Telah Ditangani BNPT 

BNPT jadi pionir dalam mempertemukan narapidana dan korban

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sudah memasuki tahun ke sembilan sejak diresmikan melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Seperti namanya, lembaga non kementerian ini memiliki tugas melaksanakan kebijakan di bidang penanggulangan terorisme, baik dalam membuat peraturan, kebijakan, ataupun program nasional deradikalisasi dan kontra radikalisasi.

Sejak berdiri, sudah banyak yang dilakukan BNPT dalam menangani kasus terorisme di Indonesia. Berikut beberapa kasus dan program besar yang telah dilaksanakan BNPT.

Baca Juga: BNPT Berencana Pulangkan Ratusan WNI Eks ISIS dari Suriah ke Indonesia

1. Deradikalisasi mantan narapidana kasus bom Bali 1

9 Tahun Berdiri, Ini Kasus yang Telah Ditangani BNPT IDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Kasus bom Bali 1 yang terjadi pada 2002 menyebabkan Amrozi dan pasukannya divonis hukuman mati. Salah satu terpidana yang juga saudara Amrozi, Ali Imron, mendapat keringanan dengan hanya menjalani hukuman tahanan seumur hidup.

Narapidana kasus bom Bali ini mendapat pembinaan deradikalisasi dari BNPT, sehingga mereka menyadari kesalahan yang dilakukan dan dibina untuk menjadi duta anti terorisme.

BNPT memberikan pembinaan tidak hanya kepada narapidananya saja, tapi juga keluarganya. Hal tersebut dilakukan demi menghindari pengaruh yang bisa didapatkan keluarga dari salah satu anggotanya.

2. Mengubah desa teroris menjadi desa binaan

9 Tahun Berdiri, Ini Kasus yang Telah Ditangani BNPT Dok. IDN Times/Istimewa

BNPT mendirikan desa binaan untuk menjalankan program deradikalisasi. Desa binaan pada dasarnya merupakan desa yang banyak melahirkan teroris-teroris, salah satunya di daerah Lamongan yang merupakan tempat tinggal narapidana teroris kasus bom Bali, Amrozi dan kawan-kawannya.

Upaya yang dilakukan BNPT dalam pembangunan desa ini adalah mengajarkan paham nasionalisme kepada para teroris, terutama kepada keturunan atau anak-anaknya.

Pendekatan yang digunakan BNPT yakni mewajibkan upacara kenaikan bendera, melakukan sosialisasi, dan pendidikan agama yang benar dengan membangun Taman Pendidikan Alquran.

3. BNPT menginisiasi pertemuan keluarga terpidana dan keluarga korban

9 Tahun Berdiri, Ini Kasus yang Telah Ditangani BNPT Dok. IDN Times/Istimewa

Awal tahun lalu, BNPT menggelar silaturahmi dengan 124 mantan narapidana terorisme dan 51 korban terorisme. Silaturahmi ini merupakan pertama kalinya digelar untuk mempertemukan antara mantan pelaku dan korban.

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, silaturahmi ini bertujuan untuk memulihkan hubungan antar-masyarakat yang sempat kurang harmonis antara korban dan mantan pelaku terorisme.

Selain itu, upaya ini dilakukan BNPT untuk membangun komitmen Indonesia damai. Cara ini dinilai dapat menjadi metode baru untuk mengikis habis paham radikal.

Silaturahmi ini diharapkan dapat menghilangkan dendam antara pelaku dan korban dan timbul kata maaf, sehingga rantai kekecewaan akan musnah. Adapun hal tersebut dilakukan mengingat pendekatan keamanan yang keras, hanya dapat memunculkan teror baru dan aksi baru kembali.

4. Deradikalisasi kasus terorisme di Sibolga

9 Tahun Berdiri, Ini Kasus yang Telah Ditangani BNPT IDN Times/Marisa Safitri

Kasus terorisme di Sibolga, Sumatera Utara dapat dikatakan kasus terorisme besar di Indonesia. Pasalnya kasus tersebut tidak hanya melibatkan kaum laki-laki, namun juga perempuan dan anak di bawah umur.

Setelah mengetahui kejadian itu, langkah awal yang dilakukan BNPT adalah menuju lokasi kejadian dan memberikan pengarahan kepada warga sekitar. Tersangka kasus terorisme ini pun langsung mendapat pembinaan deradikalisasi dari BNPT.

Antisipasi yang dilakukan BNPT terkait kasus ini adalah dengan berbagi pengetahuan yang efektif dan komprehensif kepada guru, tentang bagaimana cara mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.

Baca Juga: BNPT: Ada 2 Juta Pegawai BUMN Berpotensi Terpapar Paham Radikal

Topic:

  • Sunariyah

Just For You