Comscore Tracker

Buka Peluang dengan DUDI, Kementan Gandeng PT Kawan Lama Sejahtera 

Tingkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat vokasi untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas dan siap bersaing secara global.

Selain itu, sebagai satu-satunya pendidikan vokasi pertanian yang fokus pada bidang mekanisasi, Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) diharapkan terus berinovasi dalam melahirkan SDM pertanian yang siap kerja, bahkan sebagai job creator ketika terjun ke masyarakat.

Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui PEPI melakukan kerja sama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan menggandeng PT Kawan Lama Sejahtera melalui penandatanganan MoU. 

Direktur PT Kawan Lama Sejahtera, Albertus Primusanto, mengatakan bahwa masuknya PT Kawan Lama Sejahtera dalam pendidikan vokasi diharapkan dapat membantu mahasiswa menggunakan produk-produk PT Kawan Lama Sejahtera serta melahirkan sebuah industri pertanian. 

1. PT Kawan Lama Sejahtera akan membantu memasarkan prototype mesin pertanian ciptaan mahasiswa PEPI

Buka Peluang dengan DUDI, Kementan Gandeng PT Kawan Lama Sejahtera Dok. Kementan

Albertus juga menambahkan, dengan kerja sama yang terjalin pelaksanaan pendidikan vokasi dalam pembelajarannya bukan hanya sekadar materi yang memang disusun dari dulu atau sekarang, melainkan memang ini merupakan sebuah kebutuhan sesuai dengan kemajuan zaman sesuai dengan kebutuhan di industri sendiri.

PT Kawan Lama Sejahtera akan membantu memasarkan prototype mesin pertanian canggih dan modern ciptaan mahasiswa PEPI. Para lulusan dari PEPI juga bisa menjadi salah satu tenaga tenaga yang andal dan juga sudah memiliki bekal, apalagi sudah sangat familier dengan pada produk teknik dari Kawan Lama sehingga Kawan Lama bisa juga merekrut dan kemudian juga bersama-sama memajukan dunia industri pertanian.

Baca Juga: Kementan dan Yayasan Kitong Bisa Wujudkan 100 Ribu Petani Milenial

2. Modernisasi jadi tanda kesiapan pertanian 4.0

Buka Peluang dengan DUDI, Kementan Gandeng PT Kawan Lama Sejahtera Dok.Kementan

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku optimistis dengan kemajuan teknologi pertanian yang semakin canggih. Bahkan, ia mengatakan yakin bisa membawa sektor pertanian sukses melalui mekanisasi. 

"Saya yakin, kita siap secara bertahap membawa pertanian melalui mekanisasi yang lebih kuat," ujar Mentan SYL.

Mentan SYL yakin bahwa modernisasi menjadi tanda kesiapan pertanian 4.0. Apalagi penggunaan alat dan mesin dilakukan secara masif pada setiap proses produksi. Untuk mendukung penerapan pembangunan pertanian, Syahrul berharap ke depan sektor pertanian mendapat dukungan yang lebih kuat dari semua pihak. 

"Kerja sama antara industri per sektor sangat diperlukan untuk mempercepat proses penerapan mekanisasi pertanian," jelasnya. 

3. SDM andal dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia jadi lumbung pangan dunia

Buka Peluang dengan DUDI, Kementan Gandeng PT Kawan Lama Sejahtera polbangtan-bogor.ac.id

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dibutuhkan SDM yang andal. 

"Tekad kita sangat besar, tekad kita sangat tinggi dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dan tentu ada tahapan-tahapan atau requirement yang harus kita ikuti. Berbicara mengenai ekspor kita harus mempunyai komoditas yang berdaya saing tinggi. Untuk itu, kita harus memiliki SDM pertanian yang andal, mandiri, profesional, dan berjiwa entrepreneurship," ujarnya. 

Dedi Nursyamsi juga mengatakan bahwa salah satu ciri dari suksesnya pendidikan vokasi adalah terserapnya alumni PEPI oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sehingga untuk mewujudkan hal tersebut perlu melibatkan DUDI dari awal pembelajaran, seperti

penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, praktik kerja lapangan (PKL), magang, maupun tahapan lainnya. Hal tersebut bertujuan agar lulusan dari PEPI memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan DUDI. (CSC)

Baca Juga: Kementan Kembangkan PWMP demi Wujudkan Pertanian Modern 

Topic:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya