Comscore Tracker

Demokrat Minta Hasto PDIP Berhenti Sebar Hoaks Soal SBY

SBY disebut curang dalam Pemilu 2009 oleh PDIP

Jakarta, IDN Times — Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berhenti menyebarkan tuduhan tak terbukti terkait kepemimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Seharusnya elite politik bisa memberikan contoh yang baik untuk rakyat. Menyampaikan informasi mengenai kejadian masa lalu yang memang ada data dan faktanya serta sudah terbukti secara hukum, bukan malah menyebar hoax dan tuduhan secara serampangan di ruang publik,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).

1. Hasto diminta tak lagi sebarkan hoaks soal kecurangan pemilu 2009

Demokrat Minta Hasto PDIP Berhenti Sebar Hoaks Soal SBYSekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Herzaky meminta Hasto untuk tak lagi menyebarkan hoax terkait kecurangan pada Pemilu 2009. Sebabnya, menurut Herzaky hal merupakan fitnah kepada SBY dan Partai Demokrat.

“Bahkan, Pak Mahfud MD, Menko Polhukham Jokowi, dan Ketua Mahkamah Konstitusi ketika Pemilu 2009, sudah memberikan statemen kalau kecurangan yang terjadi di 2009 itu bukan oleh Pemerintah SBY terhadap peserta pemilu seperti yang dituduhkan oleh Hasto dan teman-teman, melainkan kecurangan antar-pendukung parpol sebagai kontestan pemilu (kecurangan horizontal),” jelas Herzaky.

Baca Juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Tersangka Korupsi, ICW Sentil Demokrat

2. Singgung PDIP sakit hati pada 2009

Demokrat Minta Hasto PDIP Berhenti Sebar Hoaks Soal SBYPresiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Juru Bicara Partai Demokrat ini kemudian menyinggung PDIP yang sakit hati karena kalah dalam Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Padahal, PDIP telah memenangkan Pemilu dua periode dengan mengusung Joko “Jokowi” Widodo.

“Padahal ini sudah tahun 2022, PDIP juga sudah menang di Pemilu 2014 dan 2019, masa masih sakit hati tidak bisa menerima kekalahan mutlak dan terbesar sepanjang sejarah di tahun 2009 dari pak SBY dan Partai Demokrat? Mari move on,” ucapnya.

Baca Juga: Reaksi PDIP saat Demokrat Sindir Harun Masiku yang Masih Buron

3. PDIP sebut Demokrat curang di Pemilu 2009

Demokrat Minta Hasto PDIP Berhenti Sebar Hoaks Soal SBYSekjen PDI Perjuangan, Hasto Kritiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Hasto Kristiyanto sebelumnya menyebut ada kecurangan Pemilu di era SBY sehingga Partai Demokrat memenangkan Pemilu dua periode. Dia menuturkan, apabila ingin menemukan kecurangan pada Pemilu 2009, maka hanya perlu membongkar kasus Century, khususnya terkait aliran dana yang diduga dipakai untuk kemenangan SBY.

"Ingat bagaimana pembobolan Century, kalau ingin membongkar kecurangan pemilu, ungkap saja kasus Century, khususnya aliran dana talangan untuk kemenangan SBY," ujar Hasto.

Hasto lantas menjelaskan, program bantuan pemerintahan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Beras Miskin (Raskin) di zaman SBY dimanfaatkan untuk mendongkrak elektoral. Salah satu buktinya, suara Demokrat bisa naik mencapai 300 persen pada pemilu kedua.

"Belanja iklan Demokrat itu juga sangat banyak, di daerah saya di dapil bahkan dulu kita hitung. Menurut AC Nielsen iklan Demokrat mencapai 15,5 miliar per bulan," tutur dia.

Menurut Hasto, strategi kemenangan Demokrat saat itu ialah dengan memadukan cara pemenangan politik model Amerika, Thailand, dan Afrika, yang dirasionalisasikan melalui berbagai politik citra dan bandwagon effect.

"Dalil tim SBY saat itu kan, kemenangan dapat diperoleh sejauh seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk penggunaan instrumen negara untuk menang. Ini yang harus dilihat pada tahun 2009, saat itu kami bersama dengan Gerindra yang juga datang ke KPU mempersoalkan hal-hal tersebut," kata Hasto.

Kemudian dia membahas soal sistem pemilu tanpa nomor urut, yang disertai bandwagon effect melalui survei dan pencitraan. Ada pula penggunaan instrumen negara.

"Ini kan model Amerika. Penyusupan agen partai ke KPU, oknum aparatur negara, ini model Afrika. Buktinya kan seperti pak Anas Urbaningrum, ibu Andi Nurpati yang kemudian direkrut ke Partai Demokrat," kata Hasto.

"Kemudian, manipulasi daftar pemilih, itu luar biasa, ini juga zaman Pak SBY. Dimana, di zaman Pak Harto saja, tak pernah melakukan manipulasi DPT. Ini DPT dimanipulasi secara masif. Belanja iklan juga, ini duitnya dari mana?" tambah dia.

Baca Juga: Bantah Pemilu 2009 Culas, Demokrat: Prestasi SBY Bikin Naik 300 Persen

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya