Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Melihat dari Dekat Kondisi Lahan Gambut Kalsel Menghitam dan Berasap
Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Lahan gambut di Kalimantan Selatan tampak menghitam dan masih mengeluarkan asap pekat; personel TNI menyiapkan pengaliran air karena api diduga tetap membara di bawah tanah.

  • Hingga 24 Oktober 2026, BNPB mencatat Kalimantan Selatan memiliki 362 titik panas, 526 hektare lahan terbakar, dan sekitar 317 hektare belum padam.

  • BNPB bersama pemerintah daerah melakukan pemadaman darat, water bombing, patroli udara, dan modifikasi cuaca; lahan gambut membutuhkan pembasahan berulang untuk mencegah api muncul kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banjarbaru, IDN Times - Mobil yang ditumpangi IDN Times bersama rombongan media dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat berhenti di tepi jalan saat melihat sejumlah kawasan gambut yang masih mengepulkan asap pekat di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Minggu (25/10/2026).

“Pak, bisa berhenti sejenak enggak? Lima menit saja,” pinta IDN Times kepada sopir yang membawa rombongan.

Rombongan media dari Jakarta itu datang ke Kalimantan Selatan untuk meliput kunjungan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Di sela agenda tersebut, awak media menyempatkan diri melihat lebih dekat kondisi lahan yang terbakar.

1. Lahan gambut menghitam

Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Di depan mata, hamparan lahan gambut tampak menghitam. Asap masih mengepul dari tanah, disertai bau sisa kebakaran yang menyengat. Sejumlah personel TNI terlihat bersiap mengalirkan air menggunakan selang dari tandon berwarna biru.

“Ini lahan gambut, jadi memang sepertinya sudah padam, tapi di bawah masih ada apinya,” ujar seorang petugas sembari memasang selang air.

Petugas tersebut kemudian bersiap masuk lebih jauh ke area gambut untuk melakukan penanganan. Sementara itu, waktu kunjungan yang terbatas membuat rombongan media harus kembali melanjutkan perjalanan untuk meliput agenda berikutnya.

2. Kalimantan Selatan tercatat 362 titik panas

Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan pemantauan BNPB melalui sistem informasi geografis, hingga 24 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB tercatat 13.910 titik panas, luas terbakar sekitar 25.409 hektare, dan 17.942 hektare masih belum padam. Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan pemantauan.

Kalimantan Tengah mencatat 8.049 titik panas, luas terbakar 13.944 hektare, dan sekitar 11.786 hektare masih belum padam. Dibandingkan hari sebelumnya, jumlah titik panas turun sekitar 52 persen dan luas yang belum padam turun sekitar 43 persen

"Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kalimantan Selatan tercatat 362 titik panas, luas terbakar 526 hektare, dan sekitar 317 hektare masih belum padam," katanya dalam keterangan, Sabtu (24/10/2026).

3. Api membara bawah tanah

Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan di setiap wilayah berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan penanganan. Pemadaman darat dan dukungan udara terus dilakukan. Penanganan dilaksanakan melalui pengerahan personel gabungan, pemadaman darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca sesuai kondisi atmosfer.

"Khusus di lahan gambut, pemadaman darat dan pembasahan berulang tetap penting karena api dapat membara di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari penurunan titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan tidak munculnya kembali titik api," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article