Menag Nasaruddin Umar hadir dalam acara Seminar Internasional Fikih Lingkungan atau Ekoteologi di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir (dok. Kemenag)
Saat kunjungannya ke Mesir, Nasaruddin mengaku mendapat apresiasi terkait kemajuan di Indonesia. Terutama dalam bidang Intelligence (AI), yang dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam peradaban dunia Islam.
“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan. Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu,” kata dia.
Nasaruddin menyampaikan, Indonesia dianggap memiliki peran strategis dalam memajukan dunia Islam di masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan harus ditingkatkan.
"Indonesia ini dituntut dan ditantang untuk menjadi epicentrum baru untuk sebuah pengembangan peradaban dunia Islam modern,” katanya.